Kamis, 22 Agustus 2013

Sebuah Kebaikkan dan Akhirnya

Baru aku sadari belakangan ini. Bahwa Allah memang sudah merancang semua ini untukku.
Kadang aku berpikir, saat ini aku dikelilingi oleh orang-orang yg baru aku kenal tapi sudah begitu sangat baik, sampai-sampai aku merasa berhutang pada mereka semua. Aku hanya berfikir, inilah buahnya. Hasil dari kita berbagi kebaikkan kepada sesama dimanapun. Karena terkadang hasil kebaikkan itu tidak melulu datang dari orang yg kita tolong, tapi melalui orang lain yg kelak menolong kita.
Bersyukur selalu atas semua rencana-Mu yg indah ini y Allah.. Terima kasih sudah memberikan orang-orang terbaik selalu disampingku sehingga aku tidak pernah merasa benar2 sendiri, walau aku tahu Engkau selalu ada lebih dekat dari mereka semua.
Satu hal pintaku y Allah, izinkan aku untuk sukses dalam karierku, pekerjaanku, financialku, kehidupanku, keluargaku dan semua hal. Agar aku bisa membahagiakan mereka semua, terus berbagi dan berbagi selama aku hidup.. Thank u semuanya.. terima kasih atas kebaikkan yg kalian berikan.. :)

Pacaran vs Nikah

Dalam tulisan kali ini aku ingin membahas soal pacaran vs nikah.
Karena itu jadi dilema tersendiri bagi sebagian orang yg mengetahui apa itu pacaran dalam agama, islam khususnya. Bagi yg sudah tahu, pasti mengerti bahwa sebenarnya dalam islam itu tidak dibenarkan pacaran, itu sudah mutlak seharusnya. Tapi jaman sekarang tidak bisa juga pakai sistem jaman dulu yg bisa kenalan sebentar trus nikah. Memang tidak semuanya tidak berhasil, tapi tetap saja nikah juga tidak semudah itu.
Tapi sebenarnya pernikahan dalam islam itu pun memudahkan, tidak banyak syarat yg memberatkan, kecuali adat dan budaya yg ada di lingkungan masyarakat, yg cenderung lebih mengarah ke persiapan resepsi atau pestanya di bandingkan akad nikahnya.
Dan terkadang atau bahkan kebanyakkan, hal itu justru jd beban tersendiri untuk calon pasangan tersebut, apalagi dari pihak laki-laki yg cenderung di tuntut penuh dalam hal financial. Tapi kalau dimata aku sih, sebenarnya jaman sekarang beban itu bisa di bagi bersama-sama, tidak melulu harus pihak laki-laki yg full menyiapkn budget. Kita sebagai perempuan jg mestinya bisa membantu. Karena ini bukan menjadi urusan pihak laki-laki saja, tapi kedua pihak. Saling pengertian satu sama lain akan lebih memudahkan perwujudan itu. Di samping soal kesiapan mental dan keyakinan masing2 pihak terhadap pasangannya y...
Semakin lama usia pacaran itu bukan suatu kebanggaan yg mesti di pamerkan bahkan harusnya malu "kok sudah lama tp status blm berubah?", semestinya dari pihak perempuan itu jadi pertanyaan besar. "kenapa aku belum dilamar jg y?". Karena belum dilamarnya kamu itu bisa di artikan c dy jg belum siap or yakin sepenuhnya untuk jadikan kamu pasangan hidupnya. Dan ini jadi bahan koreksi untuk diri kamu sendiri (perempuan).
Jadi, memberi batasan bagi dirimu sendiri itu penting. Karena kamu tidak mungkin terus terpaku menunggu, sedangkan waktu terus berjalan bahkan berlari melewatimu. Bukan kejam, tapi ini akan jadi perang batin sendiri bagimu, antara kamu menyayangi dy tp kamu jg tidak bisa memaksa dy untuk lekas menikahimu, atau kamu menyudahinya dengan rasa sayang kamu yg besar dan kamu sendiri tidak yakin akan mampu melepasnya..
Semoga Allah memudahkan niat kalian semua yg ingin segera menikah hanya untuk mendapatkan ridho-Nya. aamiin. :)