Selasa, 31 Maret 2015

Ter-Asing

Sepertinya aku mesti mengkaji lagi apa makna Sayang.
Belakangan aku mulai bertanya pada diri sendiri, "aku disini u/ apa?". Dulu iy aku akui ingin bekerja disini. Tapi setelah aku alami langsung dan ternyata tidak banyak pilihan u/ orang yg tidak banyak kemampuan sepertiku, aku mulai berpikir ulang. Mungkin tujuanku waktu itu u/ mendapat kepastian mengenai hubunganku. Itu pun belum aku dapat. Tidak. Aku tidak akan menyalahkan siapapun, karena aku yakin ini semua sudah jalan-Nya. Terlepas dari keputusan yg sudah aku buat sendiri.
Berada jauh dari rumah sendiri, dari orang tua, dari sahabat-sahabat sendiri sulit diceritakan bagaimana perasaan ini jadinya. Pada akhirnya mungkin aku menyerah. Aku pasrahkan semuanya. Aku memutuskan kembali kepada kedua orang tuaku yg sampai saat ini aku masih milik mereka.
Kadang aku merasa kenapa aku ditempatkan di posisi yg sulit dan serba salah. Aku seperti pemain cadangan yg bisa di tarik ke sana sini saat dibutuhkan. Aku terasing, mesti mengabaikan banyak hal yg bertentangan dengan hatiku. Dan dia mulai berubah. Banyak perubahan yg aku rasakan. Iya, cukup aku rasakan saja, karena tidak banyak kata yg dapat aku jelaskan dimana letak perubahannya. Aku tidak akan memaksa dia. Aku tidak akan banyak bicara lagi tentang kita. Aku sudah putuskan kembali jika pada masa yg aku tentukan sendiri, apa yg aku harapkan tidak terjadi, maka aku yakin itulah jawaban yg Allah berikan u/ aku..
Aku hanya berdoa semoga tiada lagi orang merasakan apa yg aku rasakan..
Sekian. :)