Rabu, 16 Desember 2015

Ceritaku Tentang Aku

Sejak November 2012 aku tidak lagi merasakan gajian. Atau dalam arti aku menganggur. Sebenarnya menganggur tidak berarti aku tidak bekerja, hanya saja penghasilan tetap belum ada. Tapi aku bersyukur, meski kecil tapi aku berhasil membangun usahaku sendiri. Setidaknya aku sedikit mengalami kemajuan.
Ya Rabb..aku ingin bekerja lagi. Ingin berpenghasilan lagi. Ingin membelikan semua kebutuhan keluargaku lagi. Mama, Papa, Adik-adiku dan yg lainnya. Tapi kenapa aku seakan putus asa dengan banyaknya lamaran yg aku sebar tapi tidak juga kunjung ada pekerjaan yg datang. Tiba-tiba saja kepercayaan diriku merosot drastis. Aku merasa tidak memiliki kemampuan atau keterampilan. Aku merasa jika tak ada koneksi maka akan sulit mendapatkan pekerjaan kembali. Tapi jauh dalam hatiku ya Rabb, aku tahu aku mempunyai Engkau, Allah yg maha kaya, maha segalanya. Aku percaya masa itu akan datang jika Engkau menghendaki aku bekerja kembali seperti dulu, berpenghasilan lagi.
Boleh aku tulis harapan dan doaku di tahun depan??
1. Aku ingin khatam Al-Quran
2. Aku ingin dilamar dan menikah. (panjang jodoh, setia, murah rejeki, sehat sampai tua)
3. Aku ingin bekerja lagi, berpenghasilan bulanan lagi.
4. Aku ingin memiliki anak laki-laki dan perempuan yg soleh dan solehah. Yang aku besarkan dan aku didik sendiri dengan suamiku. Bukan dengan nenek atau kakeknya apalagi orang lain.
5. Aku ingin tetap menjalankan usahaku dan memajukannya lagi, mengembangkannya lagi agar bisa menjadi penghasilan tambahan bagiku.
6. Aku ingin punya rumah sendiri, aku yg menatanya sendiri. Rumah dengan halaman rumput yg cukup besar, taman, ruang tidur yg nyaman, ruang keluarga yg hangat, musola kecil dalam rumahku yang selalu menjadi tempat kami memuji-Mu ya Rabb.
7. Aku ingin punya mobil sendiri.
8. Aku ingin suamiku lebih maju daripada aku.
9. Aku ingin jadi orang kaya yg solehah. Ya..aku ingin membaginya pada orang lain.
10. Aku sudah tidak sabar dengan rencana indah-Mu untukku. (^_^)

Jumat, 04 Desember 2015

Kehidupan Dalam Qubic

Kali ini aku akan katakan semua kecewaku. Bukan untuk cari perhatian atau pembelaan. Karena blog ini tidak ada pembacanya selain aku.
Desember 2015. Harusnya ini bulannya kita. Ya..6 th sudah status itu terpasang di sosial media facebook.
Desember 2015. 2 bulan sudah lewat dari bulan yang kamu katakan bahwa kamu akan ke rumah. Tapi belum juga ada penjelasan darimu tentang kenapa? Kalau kamu berharap aku bertanya lagi, jawabannya adalah tidak. Aku tidak akan bertanya lagi. Cukup. Iy sudah cukup bagiku bertanya dan ujungnya hanya sesak kurasa dengan jawaban-jawabanmu yang tak kunjung merealisasikan rencanamu sendiri. Bukan aku yang merencanakan kapan begini dan begitu. Karena rencanaku sudah jauh terlewat. Kamu tidak juga menjelaskan kenapa sebab belum terlaksana, Kalau dikatakan gantung, iya aku merasa begitu. Jika dikatakan diberi harapan, iya aku juga merasa begitu.
Tapi kamu tenang saja, aku punya pemikiran yang sangat bagus akan ini semua. Apapun yang terjadi saat ini dan nanti, itu adalah atas izin-Nya. Jadi baik atau buruk, aku tidak akan menyesalinya atau bahkan mencacinya. Tidak. Karena aku beranggapan itu adalah jawaban dari segala doa yg kupanjatkan. "Aku memohon yang terbaik dari Mu y Rabb ku, pilihan-Mu, rencana-Mu..".

Apa selama aku kembali ke rumahku kamu tahu tentang aku? Aku rasa tidak. Karena aku tahu kamu tidak sekreatif itu untuk cari tahu tentangku. Jika kamu berkata "kenapa tidak cerita? padahal aku tidak melarang dan selalu terbuka tentang apapun..". No. Aku tidak mau kamu membalikkan semua ceritaku nantinya seperti yang sudah-sudah. Karena ini aku lebih memilih membaginya dengan sahabatku. Sebenarnya sedih, karena aku terbiasa bercerita denganmu, tapi berkat sikapmu beberapakali menyinggungku, aku akan berfikir dua kali untuk menceritakannya. Mungkin nanti saja saat aku sudah kembali berkarir dan sibuk seperti dulu.

Oh ya..masih ada 2 bulan lagi dari bulan yg kamu katakan, Februari. Apa itu masih mungkin?
Aku kehabisan kata setiap keluargaku bertanya kapan kamu datang? Apa kamu pernah memikirkan itu.. Mama, adikku, tante, oma, nenek dll.. yang sebelumnya sempat aku menjawab, "Nanti, Oktober atau November..". Dan ternyata, taraaa..kita sudah di Desember dan tak ada pembahasan itu lagi..
Maaf kalau aku tidak bisa lagi mengkontrol pikiran mereka tentangmu. Itu diluar kuasaku saat ini. Aku tidak menyalahkanmu atau mereka. Tidak ada yang salah untuk itu.

Aku harap kamu tidak tersinggung saat kamu tidak sengaja membaca tulisan ini. Aku hanya tidak tahu mesti menulis dimana untuk terapi diriku sendiri. Diary? Sejak kenal gadget, tulisan tanganku semakin buruk. Hanya ini satu-satunya akun yang tidak ada pengikutnya dan tidak ada komentar.

Sebelum masuk tahun baru, maaf aku harus ambil keputusanku sendiri. Mungkin itu yang kamu inginkan. Agar tiada rasa bersalah. Karena memang tidak salah mungkin. Aku yang memulai hubungan ini dan aku yang akan menentukannya nanti. Begitukan aku? Egois. Yang semua adalah keputusanku sendiri. :)

Seperti asing. Terasing oleh orang yang aku sayangi. Terasing didalam rumah sendiri. Tapi aku bersyukur, setidaknya aku tidak Terasing oleh Tuhanku..