Dulu aku juga masih ingat, kala musim barbie waktu itu, teman-temanku sudah punya dan aku tidak. Tapi aku tidak merengek minta harus di belikan, tetapi waktu itu aku ingat papa pulang sore dan ajak aku jalan, aku pikir hanya jalan-jalan saja, ternyata papa ajak aku beli barbie di Sabar Subur Jati (salah satu swalayan).
Dari dulu aku paling dekat sama papa, ingat waktu kecil aku selalu potong rambut pendek karena mau sama dengan papa. Waktu aku sempat sekolah di rumah nenek, ada acara tour dari kantor ke pelabuhan ratu, papa cuma ajak aku, mungkin karena waktu itu adik aku masih kecil jd ngga di ajak (hehehe), waktu itu papa turun dari bis karena macet, tapi pas bis jalan dan papa ngga ada, aku nangis kejer manggil papa u/ naik. Begitu juga waktu aku ke Medan sama mama waktu kecil, papa terpaksa ikut bis kami sampai merak, pas aku sudah di kapal, baru dia turun lagi dan saat aku sadar papa ngga ada, aku nangis lagi dan di bujuk mama.
Begitu juga waktu evol, monyet peliharaan aku mati. Saat aku nangis, papa yg datang peluk aku dan tenangkan aku... Hmmm...ternyata kini aku sudah beranjak dewasa mesti belum sepenuhnya, dan hal yg hilang adalah saat tidak bisa leluasa peluk papa lagi atau bahkan untuk bilang bahwa "Nda sayang papa dan papa adalah yg terhebat..".
Papa itu orang yg sedikit susah di tebak, keras kepala, tapi papa selalu ingin membantu orang, sekalipun dirinya juga membutuhkan bantuannya. Papa selalu mengajarkan u/ instropeksi diri jika tertimpa musibah, sakit atau sedang dapat susah hati. Jangan menyalahkan apapun dan siapapun. Papa juga mengajarkan tentang Ikhlas, apa yg hilang berarti itu bukan milik kita atau belum berkah di kita, belum rejeki.
Meski papa mungkin tidak sempurna, tapi aku tahu Allah lebih mengerti dia di banding siapapun, dan aku percaya kalau doaku u/ papa hanya tinggal menunggu waktu yg tepat bagi Allah u/ mengabulkannya.
Papa paling tidak banyak bicara, tidak banyak aturan. Papa selalu percayakan kepada anak-anaknya. Dia selalu memperhatikan tanpa banyak bicara.
Percaya ngga? kalau sampai saat ini, walau aku sudah kerja dan punya penghasilan, terkadang aku masih suka minta jajan sama papa,hihihihi..
Tak dipungkiri, aku juga orang yg paling sering bertengkar sama papa. Bahkan sampai kabur dari rumah. Dan pernah juga ngga teguran sama papa sampai 1 bulan karena aku di marahin. Tapi aku juga ingat kalau aku pernah buat dia nangis karena aku. Dan aku ngga akan lupa itu. Sejak itu, aku sadar, aku boleh lakukan apapun tapi aku tidak akan buat papa nangis lagi karena aku..
"Dear Allah, aku mohon berikan kesehatan pada kedua orang tuaku, mama dan papaku. Izinkan mereka u/ kami berikan kebahagiaan seperti yg selalu mereka berikan selama kami masih dalam alam rahim hingga alam dunia. Izinkan mereka u/ dapat selalu mendampingi kami menemukan jodoh kami, sampai kami mempunyai keluarga dan mereka bermain dengan cucu mereka. Izinkn mereka selalu bahagia di masa tuanya. Dan selalu berikan mereka dan kami semua hidayah-Mu ya Allah.. (amin)."
