Aku bukannya tidak gugup membicarakannya. Tapi kalau tidak ada yg mulai berani bicarakan ini, lalu bagaimana? Aku tidak ingin mentargetkan apapun, apalagi ini masalah jodoh. Siapa yg tahu?
"Ade ingin mengejar teman2 ade itu kan...". Jujur saja ini masih terngiang di telingaku. Sedih dengarnya. Mungkin ini bukan masalah besar. Yah, ini cuma masalah kecil. Sangat kecil mungkin. Tapi kenapa aku tersinggung?? Pengertiannya jadi berbeda. Seakan-akan aku ini sedang berlomba supaya tidak jadi yg terakhir. Bukan, bukan itu. Ini bukan perlombaan. Aku tidak sedang mengikuti turnamen apapun. Aku cuma ingin tahu kemana tujuan kita, perkiraan waktu yg kita butuhkan u/ bisa sampai tujuan, dan berapa budget yg di perlukan u/ sampai di tujuan itu? Hanya itu.
Tapi yg aku dapat, kok sepertinya aku yg mesti menentukan semuanya. Aku yg menentukan semua. Lalu kalau itu nanti tidak sesuai ketentuan maka aku hilang. Hilang begitu saja. Semudah itu? Seakan-akan aku memaksakan kehendakku.
Apa aku iri dengan sahabat2ku? Mungkin bukan iri. Tapi aku hanya ingin seperti mereka. Aku tahu seperti apa mereka sebelum mereka memulainya. Tapi yg ku lihat kini mereka jauh berubah lebih baik setelah memulainya. Berubah dalam sikap dan ibadahnya. Yah, ibadah. Punya imam, bisa membimbing, saling mendukung satu dan lainnya. Ibadah, yah.. itu yg aku inginkan. Aku ingin berhenti dari rasa bersalah pada diriku. Hanya itu. Karena aku cukup tahu diriku sendiri. Jika seperti ini terus maka apa lagi yg dicari setelah memulainya nanti?