Kamis, 27 Maret 2014

Diam

Aku lebih banyak diam dan mengurung diri dalam ruang biru kamarku.
Bukan aku tak suka bersosialisasi. Aku hanya ingin mengoreksi diri.
Dengan diam, banyak hal yang perlahan bisa kumengerti.
Dengan diam, hati jadi lebih banyak bicara dan aku bisa mendengarnya dengan jelas.
Dengan diam, aku bisa tersenyum mengingat semua kenangan.
Dengan diam, aku belajar u/ lebih banyak mendengarkan.
Diamku bukan tak suka. Aku hanya berusaha menyadari bahwa mulut ini tidak ada remnya.

Aku tahu diriku. Aku tahu batas kemampuanku u/ menahan diri u/ tidak bergosip.
Aku lebih senang mengingat dosaku. Karena hal itu membuat aku merasa sangat dekat dengan-Nya.
Dengan diam, aku berusaha mengerti diriku sendiri. Berdamai dengan jiwaku sendiri.
Jangan salah artikan diamku.
Bukan tidak suka, hanya saja tidak semua bisa dikatakan. :)