Minggu, 19 Juli 2015

Mimpi Yang Terputus

Aku punya mimpi. Mimpi itu terputus ditengah jalan. Aku tak tahu harus bagaimana menyambungnya kembali?? Aku tetap coba berjalan dengan sisa mimpi lainnya, tanpa kusadari sisa mimpikupun tercecer di sepanjang perjalananku. Aku ingin kembali memungut sisa mimpi itu, tapi tiada waktu lagi untuk kembali kalau hanya ingin memungutnya..
Aku tetap berjalan dengan merangkai mimpi yg baru. Terus kurangkai. Tapi ditengah perjalanan aku kembali lupa menaruh rangkaian mimpiku itu dimana? Ah...aku tersadar bahwa mimpiku tidak lagi semudah dulu. Yg cukup aku bayangkan maka aka terjadi. Kini untuk memikirkannya saja tak bisa.
Aku ingat resolusi apa yg aku buat awal tahun ini. Dan itu pun pupus sudah. Tak apa, namanya hanya manusia, bisa berencana tapi Allah yg menentukan hasilnya..

Ada yg ingin kusampaikan padamu.
Aku bukan perempuan yg pandai memasak, kalaupun nnti aku pandai, itu adalah bonus untukmu.
Aku bukan perempuan yg pandai mengatur keuangan, tapi aku masih paham mana prioritas dan bukan. Aku masih paham apa yg menjadi tanggung jawabku ketika aku diberikan kepercayaan.
Aku bukan perempuan yg mempunyai selera berpakaian yg bagus. Tapi bagiku cukup selama apa yg kupakai tidak mempermalukan diriku.
Aku bukan perempuan yg bisa menahan seleraku. Tapi bukan berarti aku tak pandai adaptasi. Bahkan kamu tidak akan pernah tau apa yg benar aku sukai atau tidak. Karena bagiku selama tidak menyinggung perasaan orang lain, apapun akan enak aku makan. Sekalipun bukan seleraku.
Aku bukan perempuan mandiri lagi, yg bekerja u/ dirinya lagi.
Aku memang masih bergantung pada orang tuaku. Mungkin aku terlampau dimanjakan. Tapi bukan salah mereka dalam mendidik aku. Aku yg salah dalam menerima didikan mereka.
Kamu selalu punya waktu untuk memikirkan kembali pilihanmu..