Kalau kata orang-orang tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api..
Segala sesuatu itu juga pasti ada sebab dan alasannya, mungkin ada beberapa hal yg memang tanpa alasan.
Ketika kita merasa seseorang berubah, marah atau terlihat acuh dsb, refleksnya kita adalah "ya sudahlah, terserah..", ditambah dengan sikap semakin mengacuhkan dll. Tanpa mau tahu apa sebabnya? Atau bahkan sudah tahu sebabnya, hanya diri terlampau enggan mengakuinya.
Saya? Saya tipikal orang yg berfikir jika ada hal tidak enak terjadi sama saya itu adalah mungkin karena saya kurang baik, karena saya punya salah dan saya akan cari tahu kenapanya. Jika menurut saya, saya yg salah atau bahkan sekalipun bukan saya yg salah, saya akan tetap memutuskan minta maaf hanya untuk membuat keadaan jauh lebih baik saja.
Jadi meminta maaf itu bukan saja ketika kita salah, tapi untuk membuat sesuatu bisa lebih baik, kenapa tidak? Hanya orang yg punya ego sebegitu tingginya saja yg sangat susah mengakui kesalahannya bahkan meminta maaf.
Saya tidak suka menunda-nunda sesuatu yg menurut saya penting. Tapi masalahnya memang terkadang sesuatu yg kita anggap penting itu ternyata tidak sebegitu penting dimata orang lain.
Terkadang orang dengan mudahnya bicara "Lo bisa cerita apa saja sama gw, apa saja..". Masalahnya, kata Apa Saja disini memang tidak jelas. Karena bisa jadi kata apa saja itu hanyalah berlaku untuk semua hal kecuali tentang orang yg mengatakannya.
Saya hanya mengikuti aturan yg ada, saya melakukan apa yg menurut saya perlu saya lakukan, saya cerita.. Tapi hasilnya adalah orang tersebut tersinggung, marah, tidak terima mungkin dengan apa yg saya ceritakan atau saya tanyakan. Alhasil saya malah dicuekkin. hahahaha.. Tapi ya anggap saja apes.
Setidaknya kita tahu siapa yg tidak bisa konsisten dengan omongannya sendiri. Mungkin dia lupa kalau mungkin saja dia sering atau bahkan pernah membuat saya tersinggung. Tapi saya tidak pernah mengacuhkan orang. Sekalipun keadaaan emosi saya masih di ubun-ubun, saya tidak pernah mengacuhkan orang. Karena saya sangat menghargai setiap perkataan yg jujur sekalipun itu membuat saya sakit. Itu lebih baik.
Saat ini saya hanya berpikir, mungkin atau pastinya saya banyak salah, saya kurang beramal, saya kurang baik, masih sering nyakitin orang, masih suka buat orang susah dsb. Sehingga saya merasakan ini sekarang. Saya tidak mau menyalahakn apapun dan siapapun. Manusia punya jalanya sendiri-sendiri. Sejak awal sudah saya ikuti semua aturan mainnya. Ini bukan batas kesabaran karena sabar tiada batasan. Hanya saja memang hal yg sudah kita perjuangkan terkadang perlu kita lepaskan. Sekarang atau nanti kalau ujungnya sama-sama sakit saya rasa sama saja. Waktu yg terlewatkan biar saja, tidak perlu disesali atau ditangisi. Karena setiap orang punya waktu belajarnya sendiri dan ini adalah waktu belajar saya. Tanpa adanya waktu-waktu yg terlewat itu, saya tidak akan pernah berkembang sebagai manusia.
Jadi, saya ini bukan siapa-siapa, bukan orang penting yg harus di prioritasnkan atau pun butuh diperhatikan atau tidak boleh di acuhkan, Saya cukup sadar posisi saya.
Apapun yg saya posting di medsos saya adalah untuk mengingatkan diri saya sendiri, saya berdialog dengan kata-kata quote itu untuk mensugestikan diri saya, hanya diri saya, jika ada yg tersinggung itu adalah masalah orang itu dengan dirinya..
Waktu memang bisa mengubah apapun, terlebih dengan ego yg tinggi, semua jadi seakan tak punya arti lagi..
Gud Nite People.. :)