Entah sudah berapa kali aku menyebabkan kesusahan dan kesedihan dalam keluargaku.
Entah sudah berapa kali pula aku berusaha berdamai dengan diriku.
Tapi itu tidak pernah berhasil u/ ku atasi sendiri.
Terkadang aku menyesali diriku.
Tetapi bukan karena tidak bersyukur.
Justru karena aku merasa bahwa aku hanya akan selalu menyusahakan orang2 sekitarku saja.
Kalau aku ingat hal-hal yg pernah ku lakukan dan membuat semua orang2 yg aku sayangi justru menangis karena ku.
Rasanya aku memilih u/ pergi saja dari mereka.
Karena mungkin saja, setelah aku pergi, justru mereka tdk akan susah lagi.
Tuhan, ingin ku hukum diriku sendiri karena telah membuat orang2 bersedih karena ku.
Membuat mereka kecewa karena aku tidak seperti yg mereka harapkan atau pikirkan...
Sulitnya memaafkan diri sendiri dan berdamai dengan diriku...
Jumat, 27 Januari 2012
Minggu, 22 Januari 2012
My Feelling
"segala sesuatu di muka bumi ini hanya kepunyaan-Nya, semua hanya titipan dan akan kembali pada-Nya.."
Kemarin tgl 22 Jan'11. Aku dan keluargaku kena musibah. Kita kemalingan motor MIO SPORTY, hijau dengan no plat B-6811-CPJ. Perkiraan hilang sekitar jam 4an subuh. Adik aku Lia, baru liat motor ga ada sekitar jam 6an dan pager sudah kebuka lebar. Situasi saat aku dan adik2 serta 2 temanku yg sedang menginap di rumah saat itu, di luar sepi sekali, tidak seperti biasanya. seakan ada di kota mati saja. Tidak ada firasat apa-apa, karena aku dan keluarga khususnya bukan tipe orang yg mudah curigaan sama org lain. Hal itu di ajarkan papa dari dulu.
"Kalau kita kehilangan sesuatu apapun, berarti itu bukan milik kita. Atau itu cara Tuhan u/ mengkoreksi perbuatan kita. Kita harus berfikir pada diri sendiri, mungkin kita kurang beramal atau pernah ada salah hingga tanpa sengaja menzalami org lain, jangan menyalahkan apapun dan siapapun.."
Itulah yg selalu dia katakan pada kita. Sedih, pasti. Tapi entah kenapa saat kehilangan tadi, aku dan adikku (wiwin) ternyata mempunyai feelling yg sama. Kita begitu tenang, seolah-olah motor itu tidak hilang, hanya sedang di pinjam saja. Entah kenapa hatiku berkata, ini cobaan yg Allah berikan u/ membuat aku dan keluargaku 'naik kelas'. Aku begitu tenang, seakan-akan ini hanya hal kecil. Padahal biasanya, semua juga tahu, aku orang yg panikkan, cengeng, dan suka marah2. Hal yg sangat memungkinkan u/ diriku mencaci maki, menghujat bahkan menyumpahkan org yg sdh ambil motor itu u/ celaka. Tapi aku tidak ada minat melakukan itu, yang ada dalam pikiranku hanya... "apa kalo aku teriak2, marah2, sumpah2, trus motor itu kembali?? tidak kan? lantas apa dengan mendoakan hal2 jelek, maka motor itu kembali jg? tdk juga kan?". Jadi aku hanya berkata pada diriku, "koreksi diri Nda,..istighfar, mohon ampun sama Allah dan belajar ikhlaseekan...".
Sumpah, aku dan wiwin tidak merasakan apa2, curiga atau apa. Kita begitu tenang, dan aku percaya bahwa ini cara Allah u/ memberikan kita hal yg lebih baik lagi. Harta bisa di cari, tapi nyawa u/ hidup tidak dapat di beli. Mungkin kita terlanjur sangat percaya bahwa Allah selalu melindungi kita. Walau ada yg terkadang buat aku menyesal. Karena sering kali, Allah mungkin sudah berikan isyarat padaku, tapi aku tidak mampu menangkapnya, aku tidak ikuti hatiku. Mungkin hal ini yg harus aku asah kembali agar lebih peka terhadap Warning yg Allah berikan...
Hingga sampai td ada temanku yg sedikit punya kelebihan, dy bilang padaku. "ada org yg di curigai ga Nda? Feelling w bilang, nie org dekat sma keluarga lo, tau situasi rumah lo. Atau ada ga yg belakangan dekat sama nyokap? Coba az lo perhatikan sekitar, sekiranya ada yg td biasa az, sekarang jadi tak biasa hidupnya... Kemungkinan pelaku itu ibu2, dy suruh org u/ ambil, trus bagi hasil". Aku sama wiwin kaget. Dan pas kita kompromi ber-2, entah kenapa pikiran kita jg sama tertuju sama 1 org. Tapi aku ga mau suudzon, toh temen aku juga bilang, walau kemungkinan kecil u/ motor bisa kembali, tp org ini bakal ketahuan juga kok.. Dan aku percaya, semua ada waktunya u/ memanen apa yg mereka perbuat.
Yah saat ini aku hanya berharap, saat papa sama mama pulang nanti, mereka benar2 bisa nerima dan ikhlas. Karena saat ini mereka sedang touring ke pangandaran. Yg aku khawatirkan hanya konsentrasi papa di jalan. (Y Allah, jagalah papa dan mama serta keluargaku selalu dimanapun mereka berada). Semoga Allah juga berkenan memberikan kesabaran, keikhlasan dan hikmah atas apa yg telah menimpa kami saat ini.
"Semoga barang yg di ambil itu berkah u/ yg mengambilnya. Karena kalau di kita,mungkin tdk berkah..".<< ini yg dikatakan papa. Dan aku begitu terharu mendengarnya, Y Allah, ternyata hati papaku begitu mulia. Terlepas dari apa yg pernah dia lakukan...
"Thanks a lot God, Engkau telah tenangkan kami atas apa yg menimpa kami..."
Senin, 16 Januari 2012
Aku Tidak Suka Tanda Seru (!)
Belakangan ini kayaknya dy sering bgt nulis sesuatu dengan di akhiri tanda seru, paling minim itu 2 tanda seru. Entah kenapa pula dari dulu aku tidak suka penggunaan tanda tersebut. Karena bagi aku, tanda itu hanya menunjukkan kemarahan, bukan bentuk ketegasan.
Dan tahukah dy? Bahwa aku sedih. Aku sedih dy membiarkan aku begini. Seakan-akan itu memang menunjukkan bahwa aku tidak ada artinya. Ada atau tidak ada aku, tidak akan merubah apapun baginya. Dan aku merasa semua hal jadi ini kelabu...
Sebenarnya aku ingin menangis. Sungguh. Tapi entah apa yg menahannya u/ tidak jatuh di mataku. Haaahh.... Mungkin Cinta saja memang tidak cukup, perhatian dan keterbukaan itu pun tidak cukup u/ membuat seseorang mengerti kita. Waktu yg lama pun tidak cukup u/ membuat orang mampu bertahan terhadap suatu kondisi. Semua tidak cukup.
Btw aku sadar bahwa belakangan ini, aku menjadi seseorang yg berbeda. Sangat berbeda dengan aku yg dulu. Aku kini lebih sinis, sangat egois dan keras kepala. Dan aku jahat. Aku tidak senang punya saingan serta sekarang lebih sering menjelek2an orang. Dan anehnya aku sadar tapi tidak mampu menghentikan diriku sendiri. Itu hal terparah. Semakin berumur aku bukan tambah dewasa tapi jadi seperti anak kecil. Kenapa kepribadian aku ini membuat aku tidak layak u/ di cintai?? Aku ini kenapa??? Ini bukan aku. Aku dulu lebih senang mengalah. Tidak perduli kejelekan orang sekalipun dy mengganggu aku, tapi kini kenapa aku membalas?? Tolong aku, please... aku ingin diriku yg dulu saja. Yang setia dengan hatiku, yg selalu sayang dengan semua orang dan berusaha membahagiakan mereka. Tidak jahat seperti sekarang. Aku tidak ingin jadi aku yg begini.... :(
Sabtu, 14 Januari 2012
Uneg
Mungkin aku yg belakangan nie terlalu emosional dan dy tidak mengerti. Aku hanya bosan atau jenuh saja. Belakangan jarak ini seakan jadi masalah, terkadang ada sedikit beban yg tak terkatakan. Bukan salah dy memang, mungkin salah ku. Tapi ketidak tepatan waktu yg sering terjadi di antara kita, hal itu yg terkadang memancing mood aku. Saat aku ingin bicara, saat aku punya waktu lebih santai, justru dy sudah lelah, ingin tidur dan terkadang memaksakan u/ sediakan waktu tapi malah tidak menyimak. Akhirnya aku makin kesel sendiri.
Aku sedih. Setelah beberapa tahun ini aku merasakan kebahagiaan, tapi aku tidak mengerti. Nyatakah kebahagiaan itu atau justru karena aku memaksa membahagiakan diriku? Inikah dilema itu? Ingin aku menjerit, berlari dan terus berlari sampai menghilang tak di temukan. Bolehkah kalau aku bilang Tuhan? Bahwa keadaan belakangan ini tidak seperti yg aku harapkan. Aku tidak nyaman! Aku yg salah dan hanya aku!
Cinta ini mungkin aku yg memaksanya. Memaksanya membahagiankan aku. Memaksanya bersabar terhadapku. Memaksanya mengerti aku. Mungkin saja kan? Mungkin dy tidak bahagia bersamaku, tidak nyaman denganku atau bahkan tidak menginginkan aku.
Kenapa aku selalu yg terbodoh. Terbodoh u/ membuat diriku berharga di mata lelaki. Ingin terlihat baik malah jadi murahan. Ingin menyenangkan malah jadi konyol. Ingin bertobat malah maksiat. Apa ini semua karena aku membohongi hatiku Tuhan?
Aku ingin menangis saat ini. Dan tak ingin di hentikan olehnya. Karena aku tidak ingin lagi membendungnya. Cukup sudah, cukup! Aku tak ingin dy mengalah lg u/ ku. Atau aku berusaha mengerti dengan menelan kekecewaan yg aku rasakan.
Aku hanya ingin pasti saja. Hanya itu. :(
KhayalanKu
Aku
di bawa seseorang ke atas bukit di daerah bandung, dimana disana aku
bisa melihat suasana bandung malam hari, lengkap dengan langit penuh
bintang, kerlap kerlip cantik... Persis seperti di film romantis itu,
trus kita kemah disana, sampai pagi, sampai matahari terbit. hmm...so
sweet. :)
Atau
aku ada di pantai pasir putih seperti di daerah jawa, lupa nama
daerahnya (hihihi..). Dimana belum banyak yg datang kesana, dan pantai
masih bersih. Trus kita bermalam di pinggir pantai, lihat matahari
terbenam, mendengarkan nyanyian ombak, desir angin laut yg
berhembus...ah..nyaman sekali rasanya.. Sambil bernyanyi, saling
berbicara tentang mimpi dan bagaimana mewujudkannya atau bahkan hanya
sekedar saling melihat langit dan bergumam ntah apa..
Aku
hanya menginginkan hal kecil, tapi mungkin terlihat besar di mata orang
lain. Aku hanya menginginkan hal sederhana, namun terlihat rumit bagi
orang lain pula. Aku berusaha untuk dapat di mengerti dengan mudah tapi
kenapa jadi sulit di mengerti.
Terkadang
memang benar, bahwa tidak ada yg dapat mengerti diri kita, selain diri
kita sendir. Tetapi ini aneh, karena aku pun tidak mengerti diri ku.
Sungguh aku tidak paham apa yg aku inginkan... Tetapi aku hanya ingin
jalani, jalani berlari dan melakukan apa yg ku anggap nyaman bagiku.
Thats me.Terkadang cinta sulit di mengerti. Ketika kau mendapatkan apa yg kau inginkan, ternyata hal itu tidak cukup bagimu atau kau justru tidak merasakan apapun saat sesuatu yg sempurna itu menghampirimu...
Jumat, 13 Januari 2012
Apa yang kupikirkan tentangnya
Sunny, masih sama dy.
Sayang? Tentu saja. Cinta? Hmm...apa y namanya? :)
Aku senang, sangad senang bahkan, tahu kenapa? Karena sampai saat ini dy orang yg cukup sempurna yg aku kenal. Dy bahkan sangad jarang mengeluh, dy cukup positif, perhatian, sabar, pokokny baiklah. Tapi entah karena apa, terkadang aku masih ragu, "dy kah orangnya Tuhan?". Itulah yg selalu aku tanyakan dalam hatiku. Akankah selamanya dy bisa terus bersikap manis seperti saat ini? Atau bahkan kelak kalau kami berjodoh, justru dy berubah? Atau bahkan kadang aku merasa dy terlalu baik u/ ku.
Bolehkan kalau aku khawatir Tuhan? Aku hanya tidak ingin seperti cerita rumah tangga orang2 sekitar ku yg terkadang tidak enak, selalu ada pertengkaran bahkan KDRT. Aku hanya tidak ingin di sakiti lahir batin.
Aku bukan saja sayang padanya, tapi aku mengagumi keluarganya, Mama Bina, Papa Ucok n Kak Lia. Kenapa? Sedikit banyak walau tidak terlepas dari semua kehendak-Mu, berkat mereka jua lah, dy bisa menjadi seperti sekarang. Dy cukup pandai menghormati orang tua dan wanita khususnya.
Terkadang aku merasa dy terlalu keras bekerja, tapi menurut aku tidak sebanding dengan apa yg di perolehnya, padahal dy punya cukup modal u/ mendapatkan yg lebih tinggi dan lebih baik. Tetapi itulah dy si idealis ku. Aku cukup mengerti, terkadang yg kita cari dari suatu pekerjaan tidak selalu uang. Di butuhkan kenyamanan, loyalitas, bahkan hobi. Dan dy tidak begitu suka bekerja dalam ruangan yg rutinitasnya hampir membosankan. Sebenarnya aku suka profesinya, "Pencari Berita". Aku harap dy akan mendapatkan karier yg cemerlang seperti pintarnya dy bagi aku. Mungkin suatu saat dy akan jadi Reporter senior di salah sati stasiun televisi terkenal baik di dalam atau luar negeri :)
Ah...rasanya ingin berhenti u/ tidak menceritakan hal baik tentangnya, tapi memang ku rasa sedikit sulit, sebab hal negatif dari dy hanya kadang membuat aku jengkel saat aku butuh di temani justru dy sedang kelelahan karena bekerja atau terkadang aku merasa dy tidak menyimak yg aku ceritakan. (hanya sensitifitas wanita dan pria saja).
Akankah seorang aku benar bisa menaklukan seorang dy?? Entah. Hanya waktu yg kan menjawab... But I Hope That. :)
Sayang? Tentu saja. Cinta? Hmm...apa y namanya? :)
Aku senang, sangad senang bahkan, tahu kenapa? Karena sampai saat ini dy orang yg cukup sempurna yg aku kenal. Dy bahkan sangad jarang mengeluh, dy cukup positif, perhatian, sabar, pokokny baiklah. Tapi entah karena apa, terkadang aku masih ragu, "dy kah orangnya Tuhan?". Itulah yg selalu aku tanyakan dalam hatiku. Akankah selamanya dy bisa terus bersikap manis seperti saat ini? Atau bahkan kelak kalau kami berjodoh, justru dy berubah? Atau bahkan kadang aku merasa dy terlalu baik u/ ku.
Bolehkan kalau aku khawatir Tuhan? Aku hanya tidak ingin seperti cerita rumah tangga orang2 sekitar ku yg terkadang tidak enak, selalu ada pertengkaran bahkan KDRT. Aku hanya tidak ingin di sakiti lahir batin.
Aku bukan saja sayang padanya, tapi aku mengagumi keluarganya, Mama Bina, Papa Ucok n Kak Lia. Kenapa? Sedikit banyak walau tidak terlepas dari semua kehendak-Mu, berkat mereka jua lah, dy bisa menjadi seperti sekarang. Dy cukup pandai menghormati orang tua dan wanita khususnya.
Terkadang aku merasa dy terlalu keras bekerja, tapi menurut aku tidak sebanding dengan apa yg di perolehnya, padahal dy punya cukup modal u/ mendapatkan yg lebih tinggi dan lebih baik. Tetapi itulah dy si idealis ku. Aku cukup mengerti, terkadang yg kita cari dari suatu pekerjaan tidak selalu uang. Di butuhkan kenyamanan, loyalitas, bahkan hobi. Dan dy tidak begitu suka bekerja dalam ruangan yg rutinitasnya hampir membosankan. Sebenarnya aku suka profesinya, "Pencari Berita". Aku harap dy akan mendapatkan karier yg cemerlang seperti pintarnya dy bagi aku. Mungkin suatu saat dy akan jadi Reporter senior di salah sati stasiun televisi terkenal baik di dalam atau luar negeri :)
Ah...rasanya ingin berhenti u/ tidak menceritakan hal baik tentangnya, tapi memang ku rasa sedikit sulit, sebab hal negatif dari dy hanya kadang membuat aku jengkel saat aku butuh di temani justru dy sedang kelelahan karena bekerja atau terkadang aku merasa dy tidak menyimak yg aku ceritakan. (hanya sensitifitas wanita dan pria saja).
Akankah seorang aku benar bisa menaklukan seorang dy?? Entah. Hanya waktu yg kan menjawab... But I Hope That. :)
Me @Office
Tak terasa sudah hampir 2 tahun lebih aku bekerja di sebuah perusahaan asuransi cukup besar di jakarta, tepatnya Sudirman yg penuh dengan gedung perkantoran tinggi.
Berawal dari kesempatan kedua dari Bu Maya atau Maya Theresia Widjaja (my bos), di awal tahun 2010 saat aku benar2 lagi pusing mau kerja. :)
Aku bergabung di team BCU (Bussines Conservation Unit), tepatnya caller staff reminder. Pekerjaan yg menyenangkan sebenarnya, karena basicnya aku suka percakapan via telepon, melayani orang banyak dan aku menyukainya. Terlepas dari komplain2 nasabah yg mesti aku terima karena kinerja perusahaan yg di nilai mereka tidak bagus. Tapi itu lah tantangannya, dimana kita di tuntut u/ dapat memberikan nasabah pengertian dan menenagkan mereka saat emosi.It's so hard, really, but I like.. :)
Terlebih suasana di kantor yang sangat kekeluargaan. Pertama masuk, aku serasa anak bungsu dan termuda di antara yg lain (hehehe..). Aku akan perkenalkan mereka ke kalian.
1. Suryanih (Mba Nani)
2. Sofia Dona Karolina (Mba Sofi)
3. Dewi Suprihatin (Mba Dewi)
4. Hanifah Abu (Mas hanif)
5. Dwi Okta Widianto (Mas Okta)
6. Subhan Hidayat (Baband)
7. Maya Theresia Widjaja (Bu Maya)
8. Poeti Satiti (Mba Poet)
9. Korry H. Togatorop (Mba Korry)
10. Edi Muliadi (Wak Edi)
11. Feronita Winoto (Mba Fero)
12. Dian Kusuma Anggraeni (Dian)
13. Nuraeni (Eni)
14. Exga Ayu Puspitasari (Ega)
15. Hanifah (Hanny)
16. Maria (Ria)
17. Gunawan Wibisono (Gun2)
18. Deri Setiawan Manik (Deri)
Inilah keluarga kedua aku setelah rumah. Tempat saling berbagi, belajar dan lain2.
Banyak hal yg aku kagumi di team ku. Mulai dari Bos ku, yg aku anggap hebat, she smart, cantik, bijak walau kadang suka moodie, tapi dy perhatian, I Proud of She. Lalu teman2 ku yg lain, yg sudah ku anggap abang2 dan kakak ku sendiri. Mereka tidak ada yg sempurna, layaknya aku. Kadang sebel, marah, kesel, jengkel, tapi aku sayang mereka dan aku harap mereka tahu bahwa aku sayang.
Berawal dari kesempatan kedua dari Bu Maya atau Maya Theresia Widjaja (my bos), di awal tahun 2010 saat aku benar2 lagi pusing mau kerja. :)
Aku bergabung di team BCU (Bussines Conservation Unit), tepatnya caller staff reminder. Pekerjaan yg menyenangkan sebenarnya, karena basicnya aku suka percakapan via telepon, melayani orang banyak dan aku menyukainya. Terlepas dari komplain2 nasabah yg mesti aku terima karena kinerja perusahaan yg di nilai mereka tidak bagus. Tapi itu lah tantangannya, dimana kita di tuntut u/ dapat memberikan nasabah pengertian dan menenagkan mereka saat emosi.It's so hard, really, but I like.. :)
Terlebih suasana di kantor yang sangat kekeluargaan. Pertama masuk, aku serasa anak bungsu dan termuda di antara yg lain (hehehe..). Aku akan perkenalkan mereka ke kalian.
1. Suryanih (Mba Nani)
2. Sofia Dona Karolina (Mba Sofi)
3. Dewi Suprihatin (Mba Dewi)
4. Hanifah Abu (Mas hanif)
5. Dwi Okta Widianto (Mas Okta)
6. Subhan Hidayat (Baband)
7. Maya Theresia Widjaja (Bu Maya)
8. Poeti Satiti (Mba Poet)
9. Korry H. Togatorop (Mba Korry)
10. Edi Muliadi (Wak Edi)
11. Feronita Winoto (Mba Fero)
12. Dian Kusuma Anggraeni (Dian)
13. Nuraeni (Eni)
14. Exga Ayu Puspitasari (Ega)
15. Hanifah (Hanny)
16. Maria (Ria)
17. Gunawan Wibisono (Gun2)
18. Deri Setiawan Manik (Deri)
Inilah keluarga kedua aku setelah rumah. Tempat saling berbagi, belajar dan lain2.
Banyak hal yg aku kagumi di team ku. Mulai dari Bos ku, yg aku anggap hebat, she smart, cantik, bijak walau kadang suka moodie, tapi dy perhatian, I Proud of She. Lalu teman2 ku yg lain, yg sudah ku anggap abang2 dan kakak ku sendiri. Mereka tidak ada yg sempurna, layaknya aku. Kadang sebel, marah, kesel, jengkel, tapi aku sayang mereka dan aku harap mereka tahu bahwa aku sayang.
Langganan:
Komentar (Atom)


