Minggu, 22 Januari 2012

My Feelling

"segala sesuatu di muka bumi ini hanya kepunyaan-Nya, semua hanya titipan dan akan kembali pada-Nya.."

Kemarin tgl 22 Jan'11. Aku dan keluargaku kena musibah. Kita kemalingan motor MIO SPORTY, hijau dengan no plat B-6811-CPJ. Perkiraan hilang sekitar jam 4an subuh. Adik aku Lia, baru liat motor ga ada sekitar jam 6an dan pager sudah kebuka lebar. Situasi saat aku dan adik2 serta 2 temanku yg sedang menginap di rumah saat itu, di luar sepi sekali, tidak seperti biasanya. seakan ada di kota mati saja. Tidak ada firasat apa-apa, karena aku dan keluarga khususnya bukan tipe orang yg mudah curigaan sama org lain. Hal itu di ajarkan papa dari dulu.

"Kalau kita kehilangan sesuatu apapun, berarti itu bukan milik kita. Atau itu cara Tuhan u/ mengkoreksi perbuatan kita. Kita harus berfikir pada diri sendiri, mungkin kita kurang beramal atau pernah ada salah hingga tanpa sengaja menzalami org lain, jangan menyalahkan apapun dan siapapun.."
Itulah yg selalu dia katakan pada kita. Sedih,  pasti. Tapi entah kenapa saat kehilangan tadi, aku dan adikku (wiwin) ternyata mempunyai feelling yg sama. Kita begitu tenang, seolah-olah motor itu tidak hilang, hanya sedang di pinjam saja. Entah kenapa hatiku berkata, ini cobaan yg Allah berikan u/ membuat aku dan keluargaku 'naik kelas'. Aku begitu tenang, seakan-akan ini hanya hal kecil. Padahal biasanya, semua juga tahu, aku orang yg panikkan, cengeng, dan suka marah2. Hal yg sangat memungkinkan u/ diriku mencaci maki, menghujat bahkan menyumpahkan org yg sdh ambil motor itu u/ celaka. Tapi aku tidak ada minat melakukan itu, yang ada dalam pikiranku hanya... "apa kalo aku teriak2, marah2, sumpah2, trus motor itu kembali?? tidak kan? lantas apa dengan mendoakan hal2 jelek, maka motor itu kembali jg? tdk juga kan?". Jadi aku hanya berkata pada diriku, "koreksi diri Nda,..istighfar, mohon ampun sama Allah dan belajar ikhlaseekan...".

Sumpah, aku dan wiwin tidak merasakan apa2, curiga atau apa. Kita begitu tenang, dan aku percaya bahwa ini cara Allah u/ memberikan kita hal yg lebih baik lagi. Harta bisa di cari, tapi nyawa u/ hidup tidak dapat di beli. Mungkin kita terlanjur sangat percaya bahwa Allah selalu melindungi kita. Walau ada yg terkadang buat aku menyesal. Karena sering kali, Allah mungkin sudah berikan isyarat padaku, tapi aku tidak mampu menangkapnya, aku tidak ikuti hatiku. Mungkin hal ini yg harus aku asah kembali agar lebih peka terhadap Warning yg Allah berikan...

Hingga sampai td ada temanku yg sedikit punya kelebihan, dy bilang padaku. "ada org yg di curigai ga Nda? Feelling w bilang, nie org dekat sma keluarga lo, tau situasi rumah lo. Atau ada ga yg belakangan dekat sama nyokap? Coba az lo perhatikan sekitar, sekiranya ada yg td biasa az, sekarang jadi tak biasa hidupnya... Kemungkinan pelaku itu ibu2, dy suruh org u/ ambil, trus bagi hasil". Aku sama wiwin kaget. Dan pas kita kompromi ber-2, entah kenapa pikiran kita jg sama tertuju sama 1 org. Tapi aku ga mau suudzon, toh temen aku juga bilang, walau kemungkinan kecil u/ motor bisa kembali, tp org ini bakal ketahuan juga kok.. Dan aku percaya, semua ada waktunya u/ memanen apa yg mereka perbuat.


Yah saat ini aku hanya berharap, saat papa sama mama pulang nanti, mereka benar2 bisa nerima dan ikhlas. Karena saat ini mereka sedang touring ke pangandaran. Yg aku khawatirkan hanya konsentrasi papa di jalan. (Y Allah, jagalah papa dan mama serta keluargaku selalu dimanapun mereka berada). Semoga Allah juga berkenan memberikan kesabaran, keikhlasan dan hikmah atas apa yg telah menimpa kami saat ini.


"Semoga barang yg di ambil itu berkah u/ yg mengambilnya. Karena kalau di kita,mungkin tdk berkah..".<< ini yg dikatakan papa. Dan aku begitu terharu mendengarnya, Y Allah, ternyata hati papaku begitu mulia. Terlepas dari apa yg pernah dia lakukan...
"Thanks a lot God, Engkau telah tenangkan kami atas apa yg menimpa kami..."