Alhamdulillah, sekarang aku punya teman baru. Meski usia perkenalan kami belum lama, tapi kami cukup cetaaar kalau kumpul. Mereka semua unik, meski usia mereka masih di bawah aku, tapi aku cukup nyaman dengan mereka. Merekalah penawar rasa kangen ku terhadap team aku yg sebelumnya. Terima kasih y Allah karena sudah memberikan mereka u/ ku. Yulia, Dyana, Mela dan Fanny.. Semoga kami semua bisa lulus bersama dan wisuda bersama.. aamiin. :)
Yulia itu hampir sama denganku sifat'y. Dy miss panic juga, tp lebih panic-an dari aku. Care. Lugu. Jujur az, setiap lihat dy seperti melihat aku yg dulu. Tapi dy jauh lebih berani dari aku, lebih cuek, asik anaknya dan mudah dekat dengan siapa az.
Mela itu rame, terkadang cuek, tapi cenderung keras kepala dan ngga mau kalah. Tapi dy pintar, semangat dy jg besar, selain itu dy juga lucu.
Diana itu ga banyak bicara, lebih banyak ngalah dan ngga enakan. Dy juga baik, care, royal dan selalu ontime. Sampai saat ini masih selalu baik di mataku.
Fanny itu paling cuek orangnya, ga peduli org bagamaina sama dy, dy mah asik az. Walau kadang suka keras kepala juga, tapi dy royal, pedulian sama temennya. Meski ga dimana2, yang paling susah jauh dr BB y dy dah.
Tapi semua itu jadi warna sendiri di Cetaaar,. coz dengan perbedaan itu makanya kami bisa sama2..
luv u all.. ;)
Rabu, 26 Desember 2012
Sabtu, 27 Oktober 2012
Saat Menerima
Sejak 11 Oktober 2012, akhirnya aku benar-benar resign dari kantor. Efektif tidak bekerja di PT.AIA Financial, tempat dimana pertama kalinya aku bekerja setelah aku pulang dari medan di akhir 2009. Berat banget rasanya. Tapi pilihan itu mesti di ambil karena aku memilih u/ melanjutkn studi S1 aku.
Dan akhirnya, sejak tidak bekerja, otomatis aku mesti menghemat segala pengeluaran ku. Jujur saja, pemasukan aku hanya dari sunny. Hampir semuanya, sampai urusan pulsa pun itu dari dia. Mau tahu bagaimana rasanya berada dalam posisi menerima? Sangat tidak enak sekali, malu dsb. Meski sunny terus meyakinkan aku bahwa tidak apa-apa, tetap saja hati aku berat, namun aku sadar memang saat ini aku butuh itu.
Sedikitpun tidak pernah terfikir olehku u/ menyusahkan orang lain, karena sejak dulu keinginanku justru ingin membahagiakan orang lain dan membantu mereka, semampu aku, semaksimal mungkin usaha yg bisa aku lakukan u/ mereka. Tapi saat ini mungkin Tuhan ingin mengajarkan padaku bagaimana rasanya berada di posisi menerima, mungkin saking terobsesinya aku, aku jadi angkuh atau aku jadi sombong selama ini? Who knows?
Tapi aku bersyukur.. Tuhan memang sudah merencanakan semuanya u/ aku, sejak Dia menciptakanku. Rencananya memang indah dan aku sangat suka. Selalu ada jalan keluar dalam setiap masalah. Dia selalu mengirimkan malaikatnya dalam wujud nyata u/ mendampingiku dan tidak pernah sedikitpun Dia biarkan aku terjatuh tanpa mengulurkan tangan-Nya u/ membantuku berdiri kembali. Dia mengajarkan aku bentuk pengorbanan, tanggung jawab, Cinta, kasih dan sayang.
Saat ini tugas aku jauh lebih berat di banding hanya mencari uang saat aku bekerja. Karena aku mesti benar-benar kerja keras u/ tidak membuat keluargaku (papa&mama) serta sunny kecewa. Mengejar nilai setinggi mungkin, sebaik mungkin dan menyelesaikan semuanya tepat waktu seperti yg aku rencanakan sejak awal (semoga Tuhan meridhoi).
"Apapun yang terjadi, ku kan slalu ada u/ mu. Janganlah kau bersedih, coz everything is gonna be OK..".
Sedikit penggalan syair lagu Bondan & Fade 2 Black 'Y Sudahlah', aku rasa sangat cocok u/ posisi aku sekarang, aku anggap az sunny yg nyanyiin u/ aku or ini lah yang Tuhan katakan u/ aku. :)
Tetap berusaha, berdoa n pasrah. Kamu bisa Nda! (^_^)
Minggu, 09 September 2012
My Hope
Dear God,
Tuhan, aku saat ini memutuskan u/ memilih melanjutkan pendidikan ku, bukan karena apapun. Engkau pasti lebih tahu itu. Aku hanya ingin mendapatkan lebih baik lagi dari apa yg sudah kudapat saat ini, bukan berarti aku tidak bersyukur u/ atas ini semua. Justru aku ingin mengasah kemampuanku u/ mendapatkan hal lebih, lebih baik dari ini, agar aku dapat terus memberikan yg terbaik pula u/ aku, keluargaku dan semua orang2 di sekitarku. Tiada hal paling membahagiakan ku, kecuali aku dapat membantu meringankan beban orang lain, memberikan sedikit kebahagian dan melihat mereka tersenyum.
Tuhan, aku sadar dengan keterbatasanku, tapi aku memilih u/ tetap percaya bahwa Engkau memberiku kemampuan lebih dari yg aku pikirkan. Jujur saja, aku merasa khawatir dengan keputusanku u/ resign. Tapi aku lebih khawatir lagi dengan keputusanku jika aku bertahan. Bukankah jika kita ingin berubah, maka kita wajib berusaha u/ merubah itu semua. Man Jadda Wajada! (Siapa yg bersungguh-sungguh pasti akan berhasil). Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak berusaha merubah nasibnya sendiri. Modal aku hanya niat, Bissmillah dan jalankan.
Tuhan, aku mohon hilangkan semua kekhawatiran dari hatiku. Hilangkan semua keragu-raguan dari hatiku. Aku hanya butuh keyakinan. Yakin, kalau aku akan berhasil. Berhasil mencapai semua planning dan targetku serta semua impianku. Sudah lama aku tidak seberambisi ini.
Tuhan, aku tahu Engkau tidak butuh Blog, tidak butuh facebook, twitter apalagi Yahoo Messenger and skype. Karena Engkau punya yg lebih canggih dari itu semua u/ menampung semua harapan2 umat-Mu dan Engkau lebih dekat dari aliran darahku. :)
Tapi aku, hanya ingin mengirimkan ini untuk-Mu. Dan biarkan semua tahu apa yg sebenarnya aku pikirkan. Semua kekhawatiranku. Bukan u/ di kasihani or apapun.
Salam,
Nanda.
Hamba-Mu yg paling banyak mintanya.
I love u Lord.
Tuhan, aku saat ini memutuskan u/ memilih melanjutkan pendidikan ku, bukan karena apapun. Engkau pasti lebih tahu itu. Aku hanya ingin mendapatkan lebih baik lagi dari apa yg sudah kudapat saat ini, bukan berarti aku tidak bersyukur u/ atas ini semua. Justru aku ingin mengasah kemampuanku u/ mendapatkan hal lebih, lebih baik dari ini, agar aku dapat terus memberikan yg terbaik pula u/ aku, keluargaku dan semua orang2 di sekitarku. Tiada hal paling membahagiakan ku, kecuali aku dapat membantu meringankan beban orang lain, memberikan sedikit kebahagian dan melihat mereka tersenyum.
Tuhan, aku sadar dengan keterbatasanku, tapi aku memilih u/ tetap percaya bahwa Engkau memberiku kemampuan lebih dari yg aku pikirkan. Jujur saja, aku merasa khawatir dengan keputusanku u/ resign. Tapi aku lebih khawatir lagi dengan keputusanku jika aku bertahan. Bukankah jika kita ingin berubah, maka kita wajib berusaha u/ merubah itu semua. Man Jadda Wajada! (Siapa yg bersungguh-sungguh pasti akan berhasil). Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak berusaha merubah nasibnya sendiri. Modal aku hanya niat, Bissmillah dan jalankan.
Tuhan, aku mohon hilangkan semua kekhawatiran dari hatiku. Hilangkan semua keragu-raguan dari hatiku. Aku hanya butuh keyakinan. Yakin, kalau aku akan berhasil. Berhasil mencapai semua planning dan targetku serta semua impianku. Sudah lama aku tidak seberambisi ini.
Tuhan, aku tahu Engkau tidak butuh Blog, tidak butuh facebook, twitter apalagi Yahoo Messenger and skype. Karena Engkau punya yg lebih canggih dari itu semua u/ menampung semua harapan2 umat-Mu dan Engkau lebih dekat dari aliran darahku. :)
Tapi aku, hanya ingin mengirimkan ini untuk-Mu. Dan biarkan semua tahu apa yg sebenarnya aku pikirkan. Semua kekhawatiranku. Bukan u/ di kasihani or apapun.
Salam,
Nanda.
Hamba-Mu yg paling banyak mintanya.
I love u Lord.
Minggu, 24 Juni 2012
Perempuan Dan Moody'nya
Perempuan itu ya, mahluk paling moody. Dalam sehari bisa berganti-ganti mood. Dari seneng, bete, marah, ketawa, manyun, happy lagi, trus sensi, dll...
Dan lucunya, mereka berharap orang mengerti mereka. Khususnya sang pacar.
Jelas az ini sulit, apalagi di dukung dengan sikap laki2 yg terkadang lebih cuek, kadang lebih asik dengan pekerjaannya, dll. Sebenarnya ga salah juga c, karena kan tidak semua orang bisa menjadi 100% yg kita harapkan. Tapi sebenarnya perempuan itu ga seribet yg di pikir laki2. Terkadang saat mereka berulah, itu karena mereka sedang merasa kurang di perhatikan, merasa di abaikan, atau di nomor duakan, walau mereka tidak akan selalu ingin di prioritaskan, hal itu timbul hanya sesekali saat mereka merasa ingin di butuhkan dan di pertahankan.
Ketika ada seseorang laki2 lain yg mendekatinya, sebenarnya mereka ingin menjauhi karena mereka sadar mereka punya kekasih dan tak ingin menyakiti. Tetapi terkadang mereka juga memanfaatkan itu u/ membuat kekasihnya cemburu, membuat kekasihnya mengalihkan perhatiannya padanya.
Dalam suatu hubungan, yg namanya cobaan dan kesempatan itu slalu ada. Tinggal bagaimana kita berpikir akan hal itu. Ingin menganggap ini cobaankah u/ membuat hubungan ini semakin kuat dan solid? atau ingin menganggap ini sebagai kesempatan u/ saling membandingkan satu dengan yg lain.
Ketika kita sedang ada masalah lalu ada orang lain menghampiri, mungkin ini sebuah kebetulan. Tapi aku pribadi tidak pernah percaya kebetulan. Semua yg ada dan terjadi sudah sesuai dengan ceritanya. Tinggal bagaimana kita menyikapi. Aku lebih percaya ini adalah cobaan. Aku lebih berpikir "mungkin Tuhan sedang mengujiku, menguji hatiku. sampai mana aku bisa jujur pada diriku sendiri, sampai mana aku dapat menjadi orang yg setia yg selalu aku janjikan pada-Nya, sampai mana aku bisa menahan nafsuku u/ tidak egois dan belajar dewasa u/ tidak lari dari masalah dan menambah masalah baru".
Aku sadar, semakin hari semakin tidak mudah menjalani semua. Belum lagi kita dihadapkan oleh pilihan2 dalam pekerjaan, kekhawatiran dalam keluarga, bahkan keyakinan diri kita juga di coba. Tapi aku selalu berusaha u/ dapat membuat yakin diriku bahwa jika aku yakin makan Tuhan akan lancarkan dan menghilangkan segala kekhawatiran itu.
Sabtu, 16 Juni 2012
Mendung
Entah kenapa belakangan nie aku mulai sering sekali sensi.. Hal-hal kecil az sudah bisa buat aku tersinggung, bete, marah, kesel, dll...
Ada perasaan tidak nyaman yg sulit aku ungkapkan, tapi itu sangat tidak nyaman! Aku mengalami kejenuhan tingkat tinggi, dan aku ingin melepaskannya, tapi aku tidak mampu. Perasaan ingin berteriak, sekeras-kerasnya, ingin menangis, ingin berlari, ingin menjauh dari semua hal yg mudah membuat aku tersinggung.
Mudah-mudahan ini bukan pertanda apapun. Tapi kali ini aku pasrah. Aku lelah dan hampir menyerah. Cukup aku menahan tangisku y Allah, walau aku tahu Engkau tidak menciptakanku selemah itu. Aku cukup tangguh dan itu sudah kubuktikan dengan berdirinya aku sampai saat ini kan? Tapi langkahku mulai rapuh, ada sesuatu yg goyah disini. Petunjukkah atau cobaankah? Tapi hati aku berkata ini adalah...
Adakah dia mengerti aku?
Adakah perasaan itu masih sama? Bertambahkah? Berkurangkah?
Dan aku mulai ragu, entah dengan hal apa yg akan membuatku meyakini ini semua kembali..
*Menulis ini saja kok berasa ada yg teriris yak..huufth.. entah..entah..entahlah..
Ada perasaan tidak nyaman yg sulit aku ungkapkan, tapi itu sangat tidak nyaman! Aku mengalami kejenuhan tingkat tinggi, dan aku ingin melepaskannya, tapi aku tidak mampu. Perasaan ingin berteriak, sekeras-kerasnya, ingin menangis, ingin berlari, ingin menjauh dari semua hal yg mudah membuat aku tersinggung.
Mudah-mudahan ini bukan pertanda apapun. Tapi kali ini aku pasrah. Aku lelah dan hampir menyerah. Cukup aku menahan tangisku y Allah, walau aku tahu Engkau tidak menciptakanku selemah itu. Aku cukup tangguh dan itu sudah kubuktikan dengan berdirinya aku sampai saat ini kan? Tapi langkahku mulai rapuh, ada sesuatu yg goyah disini. Petunjukkah atau cobaankah? Tapi hati aku berkata ini adalah...
Adakah dia mengerti aku?
Adakah perasaan itu masih sama? Bertambahkah? Berkurangkah?
Dan aku mulai ragu, entah dengan hal apa yg akan membuatku meyakini ini semua kembali..
*Menulis ini saja kok berasa ada yg teriris yak..huufth.. entah..entah..entahlah..
Minggu, 27 Mei 2012
Terlambatkah??
Sampai saat ini masih belum bisa percaya kalau aku bertemu dengan dia. Sosok yg dulu hanya ada dalam anganku saja dan saat ini aku bersamanya. Seseorang yg selalu aku hadirkan dalam doa-doaku dulu. Saat ini Allah wujudkan dia dalam bentuk nyata yg dapat ku sentuh, yg bisa kurasakan dengan hatiku dan yg membuatku selalu jatuh cinta..
Hmm..y Allah, kalau Engkau berkenan menjodohkan kami, maka aku mohon lancarkanlah semua, bantu kami memperbaiki diri kami masing-masing.
Y Allah, sungguh aku bersyukur atas semua ini. Atas rasa bahagia yg Engkau berikan dan kecukupan hidupku.
Jujur saja, sebenarnya aku sedih mesti berjauhan dengan dia, bertemu hanya 1x setiap tahun dengan waktu yg terbilang cukup singkat, tidak pernah sampai 1 minggu. Tapi saat aku menonton sebuah film yg dia tunjukan padaku, aku jadi berpikir...
Aku begitu menyayangi dia, aku tidak ingin jauh darinya. Tapi kenapa aku berjauhan jarak dengannya? Apa mungkin ini karena aku juga jauh dari-Mu y Allah? Engkau begitu menyayangiku, selalu melindungiku seperti dia saat ada di sampingku, tapi aku selalu menjauh, selalu asik dengan duniaku sendiri, dan aku menhilangkan kebiasaanku dahulu yg selalu bercengkrama dengan-Mu sebelum aku tidur. Dulu aku orang yg paling punya banyak harapan, bahkan di saat situasi tidak mungkin, maka bisa jadi mungkin karena aku terus percaya bahwa Engkau akan mewujudkannya. Tapi saat ini entah kapan tepatnya aku semakin jauh dari-Mu..
Y Allah, jarak antara aku dan dia, telah kusadari adalah bentuk jarak antara aku dan Engkau.. Saling menyayangi tetapi saling berjauhan.. Maka aku akan memulai lagi menapaki jalan ini u/ menarik dekat jarak antara aku dan Engkau. Semoga semua belum terlambat bagiku u/ menjemput diriku yg dulu..
"aku jauh, Engkau jauh.. aku dekat, Engkau dekat.." bait lagu Bimbo ini selalu saja membuat aku merasa teriris dan malu pada-Mu..
Hmm..y Allah, kalau Engkau berkenan menjodohkan kami, maka aku mohon lancarkanlah semua, bantu kami memperbaiki diri kami masing-masing.
Y Allah, sungguh aku bersyukur atas semua ini. Atas rasa bahagia yg Engkau berikan dan kecukupan hidupku.
Jujur saja, sebenarnya aku sedih mesti berjauhan dengan dia, bertemu hanya 1x setiap tahun dengan waktu yg terbilang cukup singkat, tidak pernah sampai 1 minggu. Tapi saat aku menonton sebuah film yg dia tunjukan padaku, aku jadi berpikir...
Aku begitu menyayangi dia, aku tidak ingin jauh darinya. Tapi kenapa aku berjauhan jarak dengannya? Apa mungkin ini karena aku juga jauh dari-Mu y Allah? Engkau begitu menyayangiku, selalu melindungiku seperti dia saat ada di sampingku, tapi aku selalu menjauh, selalu asik dengan duniaku sendiri, dan aku menhilangkan kebiasaanku dahulu yg selalu bercengkrama dengan-Mu sebelum aku tidur. Dulu aku orang yg paling punya banyak harapan, bahkan di saat situasi tidak mungkin, maka bisa jadi mungkin karena aku terus percaya bahwa Engkau akan mewujudkannya. Tapi saat ini entah kapan tepatnya aku semakin jauh dari-Mu..
Y Allah, jarak antara aku dan dia, telah kusadari adalah bentuk jarak antara aku dan Engkau.. Saling menyayangi tetapi saling berjauhan.. Maka aku akan memulai lagi menapaki jalan ini u/ menarik dekat jarak antara aku dan Engkau. Semoga semua belum terlambat bagiku u/ menjemput diriku yg dulu..
"aku jauh, Engkau jauh.. aku dekat, Engkau dekat.." bait lagu Bimbo ini selalu saja membuat aku merasa teriris dan malu pada-Mu..
Sabtu, 21 April 2012
Sahabat Bukan Sahabat.
Dulu aku pikir, aku punya banyak sahabat. Aku selalu berusaha berikan yg terbaik u/ mereka, berusaha u/ tidak membuat perhitungan. Tapi belakangan aku kehilangan itu. Dan tersadar akan 1 hal, bahwa ternyata sahabatku masih bisa di hitung jari yg artinya tidak sebanyak yg ku pikir.
Pernah kebayang ngga, gimana rasanya saat buka akun teman2 dekat kamu yg dulu sering kumpul bareng, slalu kasih kabar kalau mau ada acara kumpul. Trus di akun tersebut ada foto2 mereka kumpul tanpa kamu?? dan kamu tidak tahu apa2. Itu rasa'y sedih banget..
Aku berfikir, apa hanya gadget or BB?? Karena yg tidak menggunakan itu cuma aku, trus aku tidak dapat informasi apa2? Or aku gaptek? Or aku di anggap ngga gaul? Aaahhhh..perduli apa u/ hal itu..
Yang aku kecewakan adalah cara mereka begitu denganku. Kalaupun aku punya, aku jadi tidak berfikir u/ mereka.
Y Tuhan, kenapa begini sakitnya hatiku...sakit sekali. Dulu aku sedih karena orang2 yg aku sayangi (laki2). Sekarang aku sedih karena orang2 yg aku anggap sahabat2ku. dan itu tetap sakit rasanya. Tidak di kantor, tidak di lingkungan teman2 SMA ku.. Apapun yg mereka buat saat ini, sungguh menyakitkan aku, terkadang terbesit jahat di pikiranku u/ menyakiti mereka, tapi saat kesempatan u/ jahat itu ada, aku justru menangis karena tersadar betapa jahat'y aku kalau menyakiti mereka, apa bedanya aku dengan mereka..? Akhirnya hanya diriku sendiri yg merasakannya... Cuma aku!
Pernah kebayang ngga, gimana rasanya saat buka akun teman2 dekat kamu yg dulu sering kumpul bareng, slalu kasih kabar kalau mau ada acara kumpul. Trus di akun tersebut ada foto2 mereka kumpul tanpa kamu?? dan kamu tidak tahu apa2. Itu rasa'y sedih banget..
Aku berfikir, apa hanya gadget or BB?? Karena yg tidak menggunakan itu cuma aku, trus aku tidak dapat informasi apa2? Or aku gaptek? Or aku di anggap ngga gaul? Aaahhhh..perduli apa u/ hal itu..
Yang aku kecewakan adalah cara mereka begitu denganku. Kalaupun aku punya, aku jadi tidak berfikir u/ mereka.
Y Tuhan, kenapa begini sakitnya hatiku...sakit sekali. Dulu aku sedih karena orang2 yg aku sayangi (laki2). Sekarang aku sedih karena orang2 yg aku anggap sahabat2ku. dan itu tetap sakit rasanya. Tidak di kantor, tidak di lingkungan teman2 SMA ku.. Apapun yg mereka buat saat ini, sungguh menyakitkan aku, terkadang terbesit jahat di pikiranku u/ menyakiti mereka, tapi saat kesempatan u/ jahat itu ada, aku justru menangis karena tersadar betapa jahat'y aku kalau menyakiti mereka, apa bedanya aku dengan mereka..? Akhirnya hanya diriku sendiri yg merasakannya... Cuma aku!
Minggu, 01 April 2012
Long Distance
Hmm... Hubungan jarak jauh adalah suatu hubungan yg di jalani dengan terpisahakan jarak yg cukup jauh. Beda kota, provinsi atau bahkan pulau dan negara. Ribet yak? Tapi seru kok.. Tiap hari yg ada cuma kangen az, bete-nya sedikit, ributnya juga sedikit, cemburu c ada, tapi juga ga banyak, ga tahu kalo u/ yg lain yak..hehehe..
Siapapun kalau bisa memilih, mungkin tidak akan memilih model hubungan kyk gini. Jauh-jauhan, kalo kangen susah lepas rindunya. Malam minggu paling di rumah sama keluarga atau main sama teman2 dekat, jarang banget bisa menghabiskan waktu sama pacar ber-2 az. Capek kerja, bete sama teman, mau curhat, paling banter lewat telepon, atau online, cam-cam-an. Ga bisa manja-manja, ga bisa numpang sandaran di bahu, ga bisa bercanda konyol-konyolan. Beraaaaaaaaaaaaatttt. Tapi asal kita ikhlas, insyaallah endingnya bagus. Amin.
Aku? Tanpa sadar ternyata hampir 3 th sudah jalani ini. Kadang terpikir juga c, mau sampai kapan? Karena terkadang aku juga ingin buatkan minum u/ pacar, makan berdua, nonton film, ngedate, dinner atau hanya sekedar ngobrol bareng sambil bercanda. Tapi aku bisa apa? Menuntut juga tidak mungkin, sama siapa? Inikan pilihan yg aku buat, aku setuju menjalaninya, berbahagia dengan pilihanku.
Hal-hal yg mesti di terapkan dalam suatu hubungan model apapun:
* Saling jujur dan percaya 1 sama lain.
* Jangan egois dan mau menang sendiri.
* Saling mendengarkan.
* Saling menyempurnakan.
* Jangan sering mengatur.
* Saling mendukung dalam hal baik.
* Saling menghargai setiap perbedaan.
* Dll.
Aku sudah menjalaninya belum yah? hhihihi.. Kyknya aku masih lebih sering egois. masih suka ngatur. Tapi untungnya Allah sayang sama aku, karena itu Dia kirimkan orang yang sabaaaaar banget ma aku. (^_^)
Aku itu parno-an sebenarnya. Hal yg paling membetekan kalau hubungan jarak jauh gini tuh:
* Kalau hp-nya ga bisa di hubungi. Karena yg ada di pikiran aku bukan hal yg aneh-aneh, misal: kepikiran dia lg selingkuh. Bukan itu yg paling mengkhawatirkan. Tapi apakah dia baik-baik saja? Aku takut dia sakit atau kenapa-kenapa di jalan.
* Kalau mulai ada demo dan dia mesti meliput. Sumpah, aku yg stres. Walau dia selalu bilang gpp, tetap az pasti kepikiran, jadi kalu dia belum kasih kabar kalau sudah di rumah, mana bisa tenang. :(
* Kalau dia mulai sebut nama mantanya. huuuuffth...bukannya cemburu. Tapi memang hati aku jadi lain az. ga benci sama sekali, tapi cuma aneh az.
* Kalau tahu dia lg sakit tapi aku jauh. ini situasi paling menyedihkan. Karena aku ga bisa ada dekat dia.
Tapi apapun itu. Semua adalah warna sendiri dalam perjalanan cerita cintaku...
Loving you...
Siapapun kalau bisa memilih, mungkin tidak akan memilih model hubungan kyk gini. Jauh-jauhan, kalo kangen susah lepas rindunya. Malam minggu paling di rumah sama keluarga atau main sama teman2 dekat, jarang banget bisa menghabiskan waktu sama pacar ber-2 az. Capek kerja, bete sama teman, mau curhat, paling banter lewat telepon, atau online, cam-cam-an. Ga bisa manja-manja, ga bisa numpang sandaran di bahu, ga bisa bercanda konyol-konyolan. Beraaaaaaaaaaaaatttt. Tapi asal kita ikhlas, insyaallah endingnya bagus. Amin.
Aku? Tanpa sadar ternyata hampir 3 th sudah jalani ini. Kadang terpikir juga c, mau sampai kapan? Karena terkadang aku juga ingin buatkan minum u/ pacar, makan berdua, nonton film, ngedate, dinner atau hanya sekedar ngobrol bareng sambil bercanda. Tapi aku bisa apa? Menuntut juga tidak mungkin, sama siapa? Inikan pilihan yg aku buat, aku setuju menjalaninya, berbahagia dengan pilihanku.
Hal-hal yg mesti di terapkan dalam suatu hubungan model apapun:
* Saling jujur dan percaya 1 sama lain.
* Jangan egois dan mau menang sendiri.
* Saling mendengarkan.
* Saling menyempurnakan.
* Jangan sering mengatur.
* Saling mendukung dalam hal baik.
* Saling menghargai setiap perbedaan.
* Dll.
Aku sudah menjalaninya belum yah? hhihihi.. Kyknya aku masih lebih sering egois. masih suka ngatur. Tapi untungnya Allah sayang sama aku, karena itu Dia kirimkan orang yang sabaaaaar banget ma aku. (^_^)
Aku itu parno-an sebenarnya. Hal yg paling membetekan kalau hubungan jarak jauh gini tuh:
* Kalau hp-nya ga bisa di hubungi. Karena yg ada di pikiran aku bukan hal yg aneh-aneh, misal: kepikiran dia lg selingkuh. Bukan itu yg paling mengkhawatirkan. Tapi apakah dia baik-baik saja? Aku takut dia sakit atau kenapa-kenapa di jalan.
* Kalau mulai ada demo dan dia mesti meliput. Sumpah, aku yg stres. Walau dia selalu bilang gpp, tetap az pasti kepikiran, jadi kalu dia belum kasih kabar kalau sudah di rumah, mana bisa tenang. :(
* Kalau dia mulai sebut nama mantanya. huuuuffth...bukannya cemburu. Tapi memang hati aku jadi lain az. ga benci sama sekali, tapi cuma aneh az.
* Kalau tahu dia lg sakit tapi aku jauh. ini situasi paling menyedihkan. Karena aku ga bisa ada dekat dia.
Tapi apapun itu. Semua adalah warna sendiri dalam perjalanan cerita cintaku...
Loving you...
Sabtu, 25 Februari 2012
Me & Pa
Dulu aku juga masih ingat, kala musim barbie waktu itu, teman-temanku sudah punya dan aku tidak. Tapi aku tidak merengek minta harus di belikan, tetapi waktu itu aku ingat papa pulang sore dan ajak aku jalan, aku pikir hanya jalan-jalan saja, ternyata papa ajak aku beli barbie di Sabar Subur Jati (salah satu swalayan).
Dari dulu aku paling dekat sama papa, ingat waktu kecil aku selalu potong rambut pendek karena mau sama dengan papa. Waktu aku sempat sekolah di rumah nenek, ada acara tour dari kantor ke pelabuhan ratu, papa cuma ajak aku, mungkin karena waktu itu adik aku masih kecil jd ngga di ajak (hehehe), waktu itu papa turun dari bis karena macet, tapi pas bis jalan dan papa ngga ada, aku nangis kejer manggil papa u/ naik. Begitu juga waktu aku ke Medan sama mama waktu kecil, papa terpaksa ikut bis kami sampai merak, pas aku sudah di kapal, baru dia turun lagi dan saat aku sadar papa ngga ada, aku nangis lagi dan di bujuk mama.
Begitu juga waktu evol, monyet peliharaan aku mati. Saat aku nangis, papa yg datang peluk aku dan tenangkan aku... Hmmm...ternyata kini aku sudah beranjak dewasa mesti belum sepenuhnya, dan hal yg hilang adalah saat tidak bisa leluasa peluk papa lagi atau bahkan untuk bilang bahwa "Nda sayang papa dan papa adalah yg terhebat..".
Papa itu orang yg sedikit susah di tebak, keras kepala, tapi papa selalu ingin membantu orang, sekalipun dirinya juga membutuhkan bantuannya. Papa selalu mengajarkan u/ instropeksi diri jika tertimpa musibah, sakit atau sedang dapat susah hati. Jangan menyalahkan apapun dan siapapun. Papa juga mengajarkan tentang Ikhlas, apa yg hilang berarti itu bukan milik kita atau belum berkah di kita, belum rejeki.
Meski papa mungkin tidak sempurna, tapi aku tahu Allah lebih mengerti dia di banding siapapun, dan aku percaya kalau doaku u/ papa hanya tinggal menunggu waktu yg tepat bagi Allah u/ mengabulkannya.
Papa paling tidak banyak bicara, tidak banyak aturan. Papa selalu percayakan kepada anak-anaknya. Dia selalu memperhatikan tanpa banyak bicara.
Percaya ngga? kalau sampai saat ini, walau aku sudah kerja dan punya penghasilan, terkadang aku masih suka minta jajan sama papa,hihihihi..
Tak dipungkiri, aku juga orang yg paling sering bertengkar sama papa. Bahkan sampai kabur dari rumah. Dan pernah juga ngga teguran sama papa sampai 1 bulan karena aku di marahin. Tapi aku juga ingat kalau aku pernah buat dia nangis karena aku. Dan aku ngga akan lupa itu. Sejak itu, aku sadar, aku boleh lakukan apapun tapi aku tidak akan buat papa nangis lagi karena aku..
"Dear Allah, aku mohon berikan kesehatan pada kedua orang tuaku, mama dan papaku. Izinkan mereka u/ kami berikan kebahagiaan seperti yg selalu mereka berikan selama kami masih dalam alam rahim hingga alam dunia. Izinkan mereka u/ dapat selalu mendampingi kami menemukan jodoh kami, sampai kami mempunyai keluarga dan mereka bermain dengan cucu mereka. Izinkn mereka selalu bahagia di masa tuanya. Dan selalu berikan mereka dan kami semua hidayah-Mu ya Allah.. (amin)."
Minggu, 05 Februari 2012
Ini Bukan 'Lomba'
Aku baru tahu kalau aku tidak boleh tersinggung. Baru tahu juga, kalau membicarakan masa depan itu segitu ribetnya. Gimana menjalaninya nanti, kalau teorinya saja sudah sepanjang itu. Mungkin aku yg terlalu sederhana atau memang dia yg terlalu panjang pemikirannya. Aku membicarakan ini, bukan semata-mata karena inginku. Bukan karena sahabat2ku sudah memulainya. Aku membicarakanya sebenarnya hanya ingin tahu sampai mana aku di pertahankan, sampai mana aku di inginkan. Dan hal ini pun karena papa. Belakangan beliau lebih sering menyindir aku, awalnya aku pikir hanya sindiran becanda saja, tapi aku rasa kini itu jadi hal serius.
Aku bukannya tidak gugup membicarakannya. Tapi kalau tidak ada yg mulai berani bicarakan ini, lalu bagaimana? Aku tidak ingin mentargetkan apapun, apalagi ini masalah jodoh. Siapa yg tahu?
"Ade ingin mengejar teman2 ade itu kan...". Jujur saja ini masih terngiang di telingaku. Sedih dengarnya. Mungkin ini bukan masalah besar. Yah, ini cuma masalah kecil. Sangat kecil mungkin. Tapi kenapa aku tersinggung?? Pengertiannya jadi berbeda. Seakan-akan aku ini sedang berlomba supaya tidak jadi yg terakhir. Bukan, bukan itu. Ini bukan perlombaan. Aku tidak sedang mengikuti turnamen apapun. Aku cuma ingin tahu kemana tujuan kita, perkiraan waktu yg kita butuhkan u/ bisa sampai tujuan, dan berapa budget yg di perlukan u/ sampai di tujuan itu? Hanya itu.
Tapi yg aku dapat, kok sepertinya aku yg mesti menentukan semuanya. Aku yg menentukan semua. Lalu kalau itu nanti tidak sesuai ketentuan maka aku hilang. Hilang begitu saja. Semudah itu? Seakan-akan aku memaksakan kehendakku.
Aku bukannya tidak gugup membicarakannya. Tapi kalau tidak ada yg mulai berani bicarakan ini, lalu bagaimana? Aku tidak ingin mentargetkan apapun, apalagi ini masalah jodoh. Siapa yg tahu?
"Ade ingin mengejar teman2 ade itu kan...". Jujur saja ini masih terngiang di telingaku. Sedih dengarnya. Mungkin ini bukan masalah besar. Yah, ini cuma masalah kecil. Sangat kecil mungkin. Tapi kenapa aku tersinggung?? Pengertiannya jadi berbeda. Seakan-akan aku ini sedang berlomba supaya tidak jadi yg terakhir. Bukan, bukan itu. Ini bukan perlombaan. Aku tidak sedang mengikuti turnamen apapun. Aku cuma ingin tahu kemana tujuan kita, perkiraan waktu yg kita butuhkan u/ bisa sampai tujuan, dan berapa budget yg di perlukan u/ sampai di tujuan itu? Hanya itu.
Tapi yg aku dapat, kok sepertinya aku yg mesti menentukan semuanya. Aku yg menentukan semua. Lalu kalau itu nanti tidak sesuai ketentuan maka aku hilang. Hilang begitu saja. Semudah itu? Seakan-akan aku memaksakan kehendakku.
Apa aku iri dengan sahabat2ku? Mungkin bukan iri. Tapi aku hanya ingin seperti mereka. Aku tahu seperti apa mereka sebelum mereka memulainya. Tapi yg ku lihat kini mereka jauh berubah lebih baik setelah memulainya. Berubah dalam sikap dan ibadahnya. Yah, ibadah. Punya imam, bisa membimbing, saling mendukung satu dan lainnya. Ibadah, yah.. itu yg aku inginkan. Aku ingin berhenti dari rasa bersalah pada diriku. Hanya itu. Karena aku cukup tahu diriku sendiri. Jika seperti ini terus maka apa lagi yg dicari setelah memulainya nanti?
Jumat, 27 Januari 2012
Me VS MySelf
Entah sudah berapa kali aku menyebabkan kesusahan dan kesedihan dalam keluargaku.
Entah sudah berapa kali pula aku berusaha berdamai dengan diriku.
Tapi itu tidak pernah berhasil u/ ku atasi sendiri.
Terkadang aku menyesali diriku.
Tetapi bukan karena tidak bersyukur.
Justru karena aku merasa bahwa aku hanya akan selalu menyusahakan orang2 sekitarku saja.
Kalau aku ingat hal-hal yg pernah ku lakukan dan membuat semua orang2 yg aku sayangi justru menangis karena ku.
Rasanya aku memilih u/ pergi saja dari mereka.
Karena mungkin saja, setelah aku pergi, justru mereka tdk akan susah lagi.
Tuhan, ingin ku hukum diriku sendiri karena telah membuat orang2 bersedih karena ku.
Membuat mereka kecewa karena aku tidak seperti yg mereka harapkan atau pikirkan...
Sulitnya memaafkan diri sendiri dan berdamai dengan diriku...
Entah sudah berapa kali pula aku berusaha berdamai dengan diriku.
Tapi itu tidak pernah berhasil u/ ku atasi sendiri.
Terkadang aku menyesali diriku.
Tetapi bukan karena tidak bersyukur.
Justru karena aku merasa bahwa aku hanya akan selalu menyusahakan orang2 sekitarku saja.
Kalau aku ingat hal-hal yg pernah ku lakukan dan membuat semua orang2 yg aku sayangi justru menangis karena ku.
Rasanya aku memilih u/ pergi saja dari mereka.
Karena mungkin saja, setelah aku pergi, justru mereka tdk akan susah lagi.
Tuhan, ingin ku hukum diriku sendiri karena telah membuat orang2 bersedih karena ku.
Membuat mereka kecewa karena aku tidak seperti yg mereka harapkan atau pikirkan...
Sulitnya memaafkan diri sendiri dan berdamai dengan diriku...
Minggu, 22 Januari 2012
My Feelling
"segala sesuatu di muka bumi ini hanya kepunyaan-Nya, semua hanya titipan dan akan kembali pada-Nya.."
Kemarin tgl 22 Jan'11. Aku dan keluargaku kena musibah. Kita kemalingan motor MIO SPORTY, hijau dengan no plat B-6811-CPJ. Perkiraan hilang sekitar jam 4an subuh. Adik aku Lia, baru liat motor ga ada sekitar jam 6an dan pager sudah kebuka lebar. Situasi saat aku dan adik2 serta 2 temanku yg sedang menginap di rumah saat itu, di luar sepi sekali, tidak seperti biasanya. seakan ada di kota mati saja. Tidak ada firasat apa-apa, karena aku dan keluarga khususnya bukan tipe orang yg mudah curigaan sama org lain. Hal itu di ajarkan papa dari dulu.
"Kalau kita kehilangan sesuatu apapun, berarti itu bukan milik kita. Atau itu cara Tuhan u/ mengkoreksi perbuatan kita. Kita harus berfikir pada diri sendiri, mungkin kita kurang beramal atau pernah ada salah hingga tanpa sengaja menzalami org lain, jangan menyalahkan apapun dan siapapun.."
Itulah yg selalu dia katakan pada kita. Sedih, pasti. Tapi entah kenapa saat kehilangan tadi, aku dan adikku (wiwin) ternyata mempunyai feelling yg sama. Kita begitu tenang, seolah-olah motor itu tidak hilang, hanya sedang di pinjam saja. Entah kenapa hatiku berkata, ini cobaan yg Allah berikan u/ membuat aku dan keluargaku 'naik kelas'. Aku begitu tenang, seakan-akan ini hanya hal kecil. Padahal biasanya, semua juga tahu, aku orang yg panikkan, cengeng, dan suka marah2. Hal yg sangat memungkinkan u/ diriku mencaci maki, menghujat bahkan menyumpahkan org yg sdh ambil motor itu u/ celaka. Tapi aku tidak ada minat melakukan itu, yang ada dalam pikiranku hanya... "apa kalo aku teriak2, marah2, sumpah2, trus motor itu kembali?? tidak kan? lantas apa dengan mendoakan hal2 jelek, maka motor itu kembali jg? tdk juga kan?". Jadi aku hanya berkata pada diriku, "koreksi diri Nda,..istighfar, mohon ampun sama Allah dan belajar ikhlaseekan...".
Sumpah, aku dan wiwin tidak merasakan apa2, curiga atau apa. Kita begitu tenang, dan aku percaya bahwa ini cara Allah u/ memberikan kita hal yg lebih baik lagi. Harta bisa di cari, tapi nyawa u/ hidup tidak dapat di beli. Mungkin kita terlanjur sangat percaya bahwa Allah selalu melindungi kita. Walau ada yg terkadang buat aku menyesal. Karena sering kali, Allah mungkin sudah berikan isyarat padaku, tapi aku tidak mampu menangkapnya, aku tidak ikuti hatiku. Mungkin hal ini yg harus aku asah kembali agar lebih peka terhadap Warning yg Allah berikan...
Hingga sampai td ada temanku yg sedikit punya kelebihan, dy bilang padaku. "ada org yg di curigai ga Nda? Feelling w bilang, nie org dekat sma keluarga lo, tau situasi rumah lo. Atau ada ga yg belakangan dekat sama nyokap? Coba az lo perhatikan sekitar, sekiranya ada yg td biasa az, sekarang jadi tak biasa hidupnya... Kemungkinan pelaku itu ibu2, dy suruh org u/ ambil, trus bagi hasil". Aku sama wiwin kaget. Dan pas kita kompromi ber-2, entah kenapa pikiran kita jg sama tertuju sama 1 org. Tapi aku ga mau suudzon, toh temen aku juga bilang, walau kemungkinan kecil u/ motor bisa kembali, tp org ini bakal ketahuan juga kok.. Dan aku percaya, semua ada waktunya u/ memanen apa yg mereka perbuat.
Yah saat ini aku hanya berharap, saat papa sama mama pulang nanti, mereka benar2 bisa nerima dan ikhlas. Karena saat ini mereka sedang touring ke pangandaran. Yg aku khawatirkan hanya konsentrasi papa di jalan. (Y Allah, jagalah papa dan mama serta keluargaku selalu dimanapun mereka berada). Semoga Allah juga berkenan memberikan kesabaran, keikhlasan dan hikmah atas apa yg telah menimpa kami saat ini.
"Semoga barang yg di ambil itu berkah u/ yg mengambilnya. Karena kalau di kita,mungkin tdk berkah..".<< ini yg dikatakan papa. Dan aku begitu terharu mendengarnya, Y Allah, ternyata hati papaku begitu mulia. Terlepas dari apa yg pernah dia lakukan...
"Thanks a lot God, Engkau telah tenangkan kami atas apa yg menimpa kami..."
Senin, 16 Januari 2012
Aku Tidak Suka Tanda Seru (!)
Belakangan ini kayaknya dy sering bgt nulis sesuatu dengan di akhiri tanda seru, paling minim itu 2 tanda seru. Entah kenapa pula dari dulu aku tidak suka penggunaan tanda tersebut. Karena bagi aku, tanda itu hanya menunjukkan kemarahan, bukan bentuk ketegasan.
Dan tahukah dy? Bahwa aku sedih. Aku sedih dy membiarkan aku begini. Seakan-akan itu memang menunjukkan bahwa aku tidak ada artinya. Ada atau tidak ada aku, tidak akan merubah apapun baginya. Dan aku merasa semua hal jadi ini kelabu...
Sebenarnya aku ingin menangis. Sungguh. Tapi entah apa yg menahannya u/ tidak jatuh di mataku. Haaahh.... Mungkin Cinta saja memang tidak cukup, perhatian dan keterbukaan itu pun tidak cukup u/ membuat seseorang mengerti kita. Waktu yg lama pun tidak cukup u/ membuat orang mampu bertahan terhadap suatu kondisi. Semua tidak cukup.
Btw aku sadar bahwa belakangan ini, aku menjadi seseorang yg berbeda. Sangat berbeda dengan aku yg dulu. Aku kini lebih sinis, sangat egois dan keras kepala. Dan aku jahat. Aku tidak senang punya saingan serta sekarang lebih sering menjelek2an orang. Dan anehnya aku sadar tapi tidak mampu menghentikan diriku sendiri. Itu hal terparah. Semakin berumur aku bukan tambah dewasa tapi jadi seperti anak kecil. Kenapa kepribadian aku ini membuat aku tidak layak u/ di cintai?? Aku ini kenapa??? Ini bukan aku. Aku dulu lebih senang mengalah. Tidak perduli kejelekan orang sekalipun dy mengganggu aku, tapi kini kenapa aku membalas?? Tolong aku, please... aku ingin diriku yg dulu saja. Yang setia dengan hatiku, yg selalu sayang dengan semua orang dan berusaha membahagiakan mereka. Tidak jahat seperti sekarang. Aku tidak ingin jadi aku yg begini.... :(
Sabtu, 14 Januari 2012
Uneg
Mungkin aku yg belakangan nie terlalu emosional dan dy tidak mengerti. Aku hanya bosan atau jenuh saja. Belakangan jarak ini seakan jadi masalah, terkadang ada sedikit beban yg tak terkatakan. Bukan salah dy memang, mungkin salah ku. Tapi ketidak tepatan waktu yg sering terjadi di antara kita, hal itu yg terkadang memancing mood aku. Saat aku ingin bicara, saat aku punya waktu lebih santai, justru dy sudah lelah, ingin tidur dan terkadang memaksakan u/ sediakan waktu tapi malah tidak menyimak. Akhirnya aku makin kesel sendiri.
Aku sedih. Setelah beberapa tahun ini aku merasakan kebahagiaan, tapi aku tidak mengerti. Nyatakah kebahagiaan itu atau justru karena aku memaksa membahagiakan diriku? Inikah dilema itu? Ingin aku menjerit, berlari dan terus berlari sampai menghilang tak di temukan. Bolehkah kalau aku bilang Tuhan? Bahwa keadaan belakangan ini tidak seperti yg aku harapkan. Aku tidak nyaman! Aku yg salah dan hanya aku!
Cinta ini mungkin aku yg memaksanya. Memaksanya membahagiankan aku. Memaksanya bersabar terhadapku. Memaksanya mengerti aku. Mungkin saja kan? Mungkin dy tidak bahagia bersamaku, tidak nyaman denganku atau bahkan tidak menginginkan aku.
Kenapa aku selalu yg terbodoh. Terbodoh u/ membuat diriku berharga di mata lelaki. Ingin terlihat baik malah jadi murahan. Ingin menyenangkan malah jadi konyol. Ingin bertobat malah maksiat. Apa ini semua karena aku membohongi hatiku Tuhan?
Aku ingin menangis saat ini. Dan tak ingin di hentikan olehnya. Karena aku tidak ingin lagi membendungnya. Cukup sudah, cukup! Aku tak ingin dy mengalah lg u/ ku. Atau aku berusaha mengerti dengan menelan kekecewaan yg aku rasakan.
Aku hanya ingin pasti saja. Hanya itu. :(
KhayalanKu
Aku
di bawa seseorang ke atas bukit di daerah bandung, dimana disana aku
bisa melihat suasana bandung malam hari, lengkap dengan langit penuh
bintang, kerlap kerlip cantik... Persis seperti di film romantis itu,
trus kita kemah disana, sampai pagi, sampai matahari terbit. hmm...so
sweet. :)
Atau
aku ada di pantai pasir putih seperti di daerah jawa, lupa nama
daerahnya (hihihi..). Dimana belum banyak yg datang kesana, dan pantai
masih bersih. Trus kita bermalam di pinggir pantai, lihat matahari
terbenam, mendengarkan nyanyian ombak, desir angin laut yg
berhembus...ah..nyaman sekali rasanya.. Sambil bernyanyi, saling
berbicara tentang mimpi dan bagaimana mewujudkannya atau bahkan hanya
sekedar saling melihat langit dan bergumam ntah apa..
Aku
hanya menginginkan hal kecil, tapi mungkin terlihat besar di mata orang
lain. Aku hanya menginginkan hal sederhana, namun terlihat rumit bagi
orang lain pula. Aku berusaha untuk dapat di mengerti dengan mudah tapi
kenapa jadi sulit di mengerti.
Terkadang
memang benar, bahwa tidak ada yg dapat mengerti diri kita, selain diri
kita sendir. Tetapi ini aneh, karena aku pun tidak mengerti diri ku.
Sungguh aku tidak paham apa yg aku inginkan... Tetapi aku hanya ingin
jalani, jalani berlari dan melakukan apa yg ku anggap nyaman bagiku.
Thats me.Terkadang cinta sulit di mengerti. Ketika kau mendapatkan apa yg kau inginkan, ternyata hal itu tidak cukup bagimu atau kau justru tidak merasakan apapun saat sesuatu yg sempurna itu menghampirimu...
Jumat, 13 Januari 2012
Apa yang kupikirkan tentangnya
Sunny, masih sama dy.
Sayang? Tentu saja. Cinta? Hmm...apa y namanya? :)
Aku senang, sangad senang bahkan, tahu kenapa? Karena sampai saat ini dy orang yg cukup sempurna yg aku kenal. Dy bahkan sangad jarang mengeluh, dy cukup positif, perhatian, sabar, pokokny baiklah. Tapi entah karena apa, terkadang aku masih ragu, "dy kah orangnya Tuhan?". Itulah yg selalu aku tanyakan dalam hatiku. Akankah selamanya dy bisa terus bersikap manis seperti saat ini? Atau bahkan kelak kalau kami berjodoh, justru dy berubah? Atau bahkan kadang aku merasa dy terlalu baik u/ ku.
Bolehkan kalau aku khawatir Tuhan? Aku hanya tidak ingin seperti cerita rumah tangga orang2 sekitar ku yg terkadang tidak enak, selalu ada pertengkaran bahkan KDRT. Aku hanya tidak ingin di sakiti lahir batin.
Aku bukan saja sayang padanya, tapi aku mengagumi keluarganya, Mama Bina, Papa Ucok n Kak Lia. Kenapa? Sedikit banyak walau tidak terlepas dari semua kehendak-Mu, berkat mereka jua lah, dy bisa menjadi seperti sekarang. Dy cukup pandai menghormati orang tua dan wanita khususnya.
Terkadang aku merasa dy terlalu keras bekerja, tapi menurut aku tidak sebanding dengan apa yg di perolehnya, padahal dy punya cukup modal u/ mendapatkan yg lebih tinggi dan lebih baik. Tetapi itulah dy si idealis ku. Aku cukup mengerti, terkadang yg kita cari dari suatu pekerjaan tidak selalu uang. Di butuhkan kenyamanan, loyalitas, bahkan hobi. Dan dy tidak begitu suka bekerja dalam ruangan yg rutinitasnya hampir membosankan. Sebenarnya aku suka profesinya, "Pencari Berita". Aku harap dy akan mendapatkan karier yg cemerlang seperti pintarnya dy bagi aku. Mungkin suatu saat dy akan jadi Reporter senior di salah sati stasiun televisi terkenal baik di dalam atau luar negeri :)
Ah...rasanya ingin berhenti u/ tidak menceritakan hal baik tentangnya, tapi memang ku rasa sedikit sulit, sebab hal negatif dari dy hanya kadang membuat aku jengkel saat aku butuh di temani justru dy sedang kelelahan karena bekerja atau terkadang aku merasa dy tidak menyimak yg aku ceritakan. (hanya sensitifitas wanita dan pria saja).
Akankah seorang aku benar bisa menaklukan seorang dy?? Entah. Hanya waktu yg kan menjawab... But I Hope That. :)
Sayang? Tentu saja. Cinta? Hmm...apa y namanya? :)
Aku senang, sangad senang bahkan, tahu kenapa? Karena sampai saat ini dy orang yg cukup sempurna yg aku kenal. Dy bahkan sangad jarang mengeluh, dy cukup positif, perhatian, sabar, pokokny baiklah. Tapi entah karena apa, terkadang aku masih ragu, "dy kah orangnya Tuhan?". Itulah yg selalu aku tanyakan dalam hatiku. Akankah selamanya dy bisa terus bersikap manis seperti saat ini? Atau bahkan kelak kalau kami berjodoh, justru dy berubah? Atau bahkan kadang aku merasa dy terlalu baik u/ ku.
Bolehkan kalau aku khawatir Tuhan? Aku hanya tidak ingin seperti cerita rumah tangga orang2 sekitar ku yg terkadang tidak enak, selalu ada pertengkaran bahkan KDRT. Aku hanya tidak ingin di sakiti lahir batin.
Aku bukan saja sayang padanya, tapi aku mengagumi keluarganya, Mama Bina, Papa Ucok n Kak Lia. Kenapa? Sedikit banyak walau tidak terlepas dari semua kehendak-Mu, berkat mereka jua lah, dy bisa menjadi seperti sekarang. Dy cukup pandai menghormati orang tua dan wanita khususnya.
Terkadang aku merasa dy terlalu keras bekerja, tapi menurut aku tidak sebanding dengan apa yg di perolehnya, padahal dy punya cukup modal u/ mendapatkan yg lebih tinggi dan lebih baik. Tetapi itulah dy si idealis ku. Aku cukup mengerti, terkadang yg kita cari dari suatu pekerjaan tidak selalu uang. Di butuhkan kenyamanan, loyalitas, bahkan hobi. Dan dy tidak begitu suka bekerja dalam ruangan yg rutinitasnya hampir membosankan. Sebenarnya aku suka profesinya, "Pencari Berita". Aku harap dy akan mendapatkan karier yg cemerlang seperti pintarnya dy bagi aku. Mungkin suatu saat dy akan jadi Reporter senior di salah sati stasiun televisi terkenal baik di dalam atau luar negeri :)
Ah...rasanya ingin berhenti u/ tidak menceritakan hal baik tentangnya, tapi memang ku rasa sedikit sulit, sebab hal negatif dari dy hanya kadang membuat aku jengkel saat aku butuh di temani justru dy sedang kelelahan karena bekerja atau terkadang aku merasa dy tidak menyimak yg aku ceritakan. (hanya sensitifitas wanita dan pria saja).
Akankah seorang aku benar bisa menaklukan seorang dy?? Entah. Hanya waktu yg kan menjawab... But I Hope That. :)
Me @Office
Tak terasa sudah hampir 2 tahun lebih aku bekerja di sebuah perusahaan asuransi cukup besar di jakarta, tepatnya Sudirman yg penuh dengan gedung perkantoran tinggi.
Berawal dari kesempatan kedua dari Bu Maya atau Maya Theresia Widjaja (my bos), di awal tahun 2010 saat aku benar2 lagi pusing mau kerja. :)
Aku bergabung di team BCU (Bussines Conservation Unit), tepatnya caller staff reminder. Pekerjaan yg menyenangkan sebenarnya, karena basicnya aku suka percakapan via telepon, melayani orang banyak dan aku menyukainya. Terlepas dari komplain2 nasabah yg mesti aku terima karena kinerja perusahaan yg di nilai mereka tidak bagus. Tapi itu lah tantangannya, dimana kita di tuntut u/ dapat memberikan nasabah pengertian dan menenagkan mereka saat emosi.It's so hard, really, but I like.. :)
Terlebih suasana di kantor yang sangat kekeluargaan. Pertama masuk, aku serasa anak bungsu dan termuda di antara yg lain (hehehe..). Aku akan perkenalkan mereka ke kalian.
1. Suryanih (Mba Nani)
2. Sofia Dona Karolina (Mba Sofi)
3. Dewi Suprihatin (Mba Dewi)
4. Hanifah Abu (Mas hanif)
5. Dwi Okta Widianto (Mas Okta)
6. Subhan Hidayat (Baband)
7. Maya Theresia Widjaja (Bu Maya)
8. Poeti Satiti (Mba Poet)
9. Korry H. Togatorop (Mba Korry)
10. Edi Muliadi (Wak Edi)
11. Feronita Winoto (Mba Fero)
12. Dian Kusuma Anggraeni (Dian)
13. Nuraeni (Eni)
14. Exga Ayu Puspitasari (Ega)
15. Hanifah (Hanny)
16. Maria (Ria)
17. Gunawan Wibisono (Gun2)
18. Deri Setiawan Manik (Deri)
Inilah keluarga kedua aku setelah rumah. Tempat saling berbagi, belajar dan lain2.
Banyak hal yg aku kagumi di team ku. Mulai dari Bos ku, yg aku anggap hebat, she smart, cantik, bijak walau kadang suka moodie, tapi dy perhatian, I Proud of She. Lalu teman2 ku yg lain, yg sudah ku anggap abang2 dan kakak ku sendiri. Mereka tidak ada yg sempurna, layaknya aku. Kadang sebel, marah, kesel, jengkel, tapi aku sayang mereka dan aku harap mereka tahu bahwa aku sayang.
Berawal dari kesempatan kedua dari Bu Maya atau Maya Theresia Widjaja (my bos), di awal tahun 2010 saat aku benar2 lagi pusing mau kerja. :)
Aku bergabung di team BCU (Bussines Conservation Unit), tepatnya caller staff reminder. Pekerjaan yg menyenangkan sebenarnya, karena basicnya aku suka percakapan via telepon, melayani orang banyak dan aku menyukainya. Terlepas dari komplain2 nasabah yg mesti aku terima karena kinerja perusahaan yg di nilai mereka tidak bagus. Tapi itu lah tantangannya, dimana kita di tuntut u/ dapat memberikan nasabah pengertian dan menenagkan mereka saat emosi.It's so hard, really, but I like.. :)
Terlebih suasana di kantor yang sangat kekeluargaan. Pertama masuk, aku serasa anak bungsu dan termuda di antara yg lain (hehehe..). Aku akan perkenalkan mereka ke kalian.
1. Suryanih (Mba Nani)
2. Sofia Dona Karolina (Mba Sofi)
3. Dewi Suprihatin (Mba Dewi)
4. Hanifah Abu (Mas hanif)
5. Dwi Okta Widianto (Mas Okta)
6. Subhan Hidayat (Baband)
7. Maya Theresia Widjaja (Bu Maya)
8. Poeti Satiti (Mba Poet)
9. Korry H. Togatorop (Mba Korry)
10. Edi Muliadi (Wak Edi)
11. Feronita Winoto (Mba Fero)
12. Dian Kusuma Anggraeni (Dian)
13. Nuraeni (Eni)
14. Exga Ayu Puspitasari (Ega)
15. Hanifah (Hanny)
16. Maria (Ria)
17. Gunawan Wibisono (Gun2)
18. Deri Setiawan Manik (Deri)
Inilah keluarga kedua aku setelah rumah. Tempat saling berbagi, belajar dan lain2.
Banyak hal yg aku kagumi di team ku. Mulai dari Bos ku, yg aku anggap hebat, she smart, cantik, bijak walau kadang suka moodie, tapi dy perhatian, I Proud of She. Lalu teman2 ku yg lain, yg sudah ku anggap abang2 dan kakak ku sendiri. Mereka tidak ada yg sempurna, layaknya aku. Kadang sebel, marah, kesel, jengkel, tapi aku sayang mereka dan aku harap mereka tahu bahwa aku sayang.
Langganan:
Komentar (Atom)




